Skip to main content

Channels

Tantangan Digitalisasi UMKM di Indonesia

  • 07 Des 2022, 19:35 WIB
  • 0
Meta Indonesia mengungkapkan tantangan dalam digitalisasi UMKM di Indonesia. (Foto Ilustrasi: Dok BI)

Ekonomi digital diprediksi akan menjadi salah satu sumber pertumbuhan bagi Indonesia di masa depan. Perkembangan teknologi digital semakin pesat, khususnya semenjak pandemi Covid-19. Hal ini juga mendorong perilaku masyarakat untuk berbelanja daring. Tak heran, platform perdagangan elektronik menjadi laris manis sebagai pilihan masyarakat untuk berbelanja dan bertransaksi.

Besarnya potensi digital untuk perekonomian, membuat pemerintah terus mendorong UMKM untuk memanfaatkannya. Sehingga UMKM bisa naik kelas dengan memperluas pasar dan mengembangan usaha. UMKM dipilih bukanlah tanpa alasan. Data Kemenko Perekonomian menyebut UMKM berperan sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha. Kontribusi UMKM terhadap PDB juga mencapai 60,5%, dan terhadap penyerapan tenaga kerja adalah 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

Melihat potensi tersebut, Meta melalui WhatsApp (WA) Bisnis dan platform lainnya mendorong pelaku UMKM untuk go digital. Head of Industry Meta Indonesia Aldo Rambie mengatakan digitalisasi UMKM tak selalu berjalan mulus, ada beberapa tantangan agar UMKM mau go digital.

Tantangan digitalisasi UMKM di Indonesia pertama adalah tingkat literasi pelaku UMKM terkait teknologi dan digitalisasi usaha belum merata. Sehingga Meta terus memberikan literasi kepada UMKM terkait cara berusaha secara digital. 

“Literasi untuk UMKM lebih ke memberikan pemahaman, lalu solusinya seperti apa, caranya (go digital) bagaimana, sebelum akhirnya share skill. Kami memiliki Meta Blueprint untuk memudahkan literasi bagi UMKM,” kata Aldo kepada SWA Online, Selasa (6/12/2022). 

Tantangan yang kedua adalah meningkatkan keinginan UMKM untuk go digital. Saat pengetahuan dan peluangnya sudah ada, tidak semua UMKM berani untuk mencoba. Pelaku UMKM masih memiliki keraguan dan ketakutan untuk mencoba.

“Contoh dari UMKM yang sudah berhasil menggunakan platform Meta kuncinya adalah terus mencoba. Karena dengan mencoba, membuat UMKM satu langkah lebih maju. Jangan tunggu nanti, jadi mencoba dan terus mencoba,” katanya. 

Sementara itu tantangan untuk Meta adalah bagaimana caranya bisa mentranslate objek bisnis UMKM ke dalam sistem digital. “Jadi mungkin itu lebih ke arah mapingnya (pemetaan) seperti apa,” kata Aldo usai peluncuran #MetaID2023.

Terkait data UMKM yang telah go digital dengan platform Meta, Aldo tidak memiliki angka pasti. Namun data Meta menunjukkan lebih dari 1 miliar pengguna terhubung dengan akun bisnis di seluruh layanan WhatsApp setiap minggu. Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UMKM menargetkan 30 juta UMKM ter-digitalisasi hingga 2024.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Terbaru