Tips Untuk Proses Rekrutmen Anti-Ghosting Bagi Perusahaan dan Pencari Kerja 

17 Dec 2022, 09:47 WIB
foto: Shutterstock.com 

Survei Angkatan Kerja Nasional Sakernas BPS menunjukkan bahwa jumlah angkatan kerja di Agustus 2022 naik dari tahun ke  tahun, menyentuh 135,3 juta orang  yang mana 40,69% dari angkatan tersebut bekerja di sektor formal.

Tingginya jumlah angkatan kerja berpengaruh pada proses rekrutmen. Proses rekrutmen kerap menjadi pengalaman yang membuat baik perekrut di perusahaan dan  pencari kerja merasa kebat-kebit. Di satu sisi, perekrut dituntut untuk segera mendapatkan kandidat yang tepat, dan di sisi lain,  pencari kerja dipenuhi penasaran akan kelanjutan lamaran kerja mereka. 

Arvy Egadipoera, Chief Customer Officer (CCO) Mekari, perusahaan teknologi yang menyediakan solusi untuk human resources atau HR yaitu Mekari Talenta, rekrutmen menyumbang nilai strategis bagi perusahaan karena melalui proses  tersebut, perusahaan dapat menemukan talenta-talenta yang tepat untuk mewujudkan pertumbuhan bisnis. 

“Sedangkan untuk kandidat atau pelamar kerja, proses rekrutmen penting bukan saja karena mereka ingin mendapatkan  pekerjaan. Kandidat juga mengukur kesesuaian mereka dengan perusahaan berdasarkan apa yang mereka alami selama proses  rekrutmen, dimana perusahaan yang menjalankan rekrutmen dengan profesional akan membangun citra positif dan tampil lebih  menarik di mata kandidat,” ujar Arvy. 

Arvy melanjutkan bahwa di era digitalisasi bisnis, proses rekrutmen didukung oleh hadirnya solusi digital yang mendorong  transparansi, efisiensi, dan otomasi, tiga aspek yang dapat membuat proses rekrutmen menjadi lebih baik bagi perekrut dan  kandidat. 

“Solusi digital bisa membantu perusahaan mengatur jadwal wawancara dan psikotes secara otomatis dengan semua kandidat,  serta mengabarkan setiap kandidat akan kemajuan dari lamaran mereka. Dengan demikian, kendala yang kerap terjadi selama  proses rekrutmen dapat dicegah, seperti putusnya komunikasi, atau ghosting, antara perusahaan dan kandidat,” lanjut Arvy. 

Arvy membagikan tips bagaimana perusahaan bisa memanfaatkan solusi digital untuk membuat proses rekrutmen  menjadi lebih mulus baik bagi perusahaan dan juga kandidat.

Pertama, otomasi dan integrasi proses rekrutmen.  Solusi digital dapat mengotomasi proses rekrutmen, termasuk saat mengintegrasi data kandidat dengan data kepegawaian, dan  ini akan membawa kemudahan bagi perusahaan dan kandidat. Contohnya, solusi digital dapat secara otomatis mengunggah data  diri yang tercantum di CV kandidat ke database karyawan di perusahaan sehingga begitu kandidat bergabung ke perusahaan,  kandidat tidak perlu repot mengulang administrasi pendataan diri. 

Kedua, sentralisasi data kandidat. Perusahaan kerap dibanjiri oleh data dari puluhan surat lamaran. Perusahaan juga harus berkutat dengan data dari hasil tes dan  wawancara selama proses screening kandidat. Solusi digital dapat menyatukan semua data tersebut di satu dashboard yang  menampilkan kualifikasi setiap kandidat secara lengkap dan detail. Dengan demikian, perusahaan bisa dengan mudah melihat dan  menilai kandidat mana yang memiliki kualifikasi paling sesuai untuk suatu posisi.

Ketiga, tes kandidat yang customizable. Perusahaan harus menyiapkan tes psikologis yang dirancang sesuai persyaratan setiap posisi. Solusi digital memberikan  perusahaan akses ke ragam tes yang customizable, atau dapat disesuaikan, sehingga tes psikologis tersebut dapat mengukur  dengan tepat kecocokan antara kandidat dan tuntutan peran yang akan dijalankan.

Keempat, transparansi bagi kandidat. Baik perusahaan dan kandidat pasti tidak mau di-ghosting oleh pihak yang lain. Solusi digital membuat proses rekrutmen  menjadi transparan dengan mengotomasi pengiriman jadwal wawancara, tes kesehatan, atau tes psikologis dari perusahaan ke kandidat. Sistem juga akan mengirim update ke kandidat mengenai keberhasilan mereka di setiap tahap sehingga kandidat  tidak perlu penasaran lagi akan nasib dari lamaran mereka. 

Kelima, keamanan dan privasi data. Rekrutmen adalah proses yang confidential bagi perusahaan dan kandidat karena menyangkut pertukaran informasi sensitif,  seperti data diri. Solusi digital, tepatnya yang sudah bersertifikasi ISO 27001 untuk manajemen keamanan informasi, telah  menerapkan sistem yang diperlukan untuk mengamankan data sehingga privasi dan kerahasiaan semua pihak terjaga. 

Arvy menambahkan bahwa memanfaatkan teknologi untuk rekrutmen akan mempertajam kesiapan  perusahaan untuk menghadapi dunia bisnis yang semakin digital. 

“Digitalisasi bisnis akan mendorong revolusi dalam cara perusahaan mencari dan mendapatkan talenta. Menggunakan solusi  digital untuk rekrutmen dari sekarang akan membantu perusahaan untuk merencanakan kebutuhan terhadap tenaga kerja, atau  manpowerplanning, sehingga mereka bisa beradaptasi ke era digital tanpa hambatan,” lanjut Arvy. 

Swa.co.id