Totok Sutrisno, Pringsewu Restaurant Group: Indonesia’s Best Sustainability Warrior Leader 2022 

22 Des 2022, 12:58 WIB
Totok Sutrisno, Presiden Direktur Pringsewu Restaurant Group

Pandemi menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Totok Sutrisno dalam memimpin Pringsewu Restaurant Group. Sejatinya, konsep sustainability serta sejumlah Sustainability Development Goals (SDGs) justru berhasil ia capai di masa pandemi. Antara lain, Goals ke-8, Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; Goals ke-17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan; dan Goals ke-3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Dikisahkan Totok, “Sebagai President Director Pringsewu Restaurant Group, pertama kali yang saya pikirkan pada saat pandemi pertama kali melanda adalah SDM (Sumber Daya Manusia). Bagaimana nasib 800-900 karyawan Pringsewu. Oleh karena itu, langkah pertama yang saya lakukan adalah menyelamatkan mereka.”

Sebagai upaya penyelamatan, ia pun mengumpulkan seluruh SDM untuk berdiskusi dan merencanakan langkah ke depan. Hasilnya, ada yang secara sukarela memilih pensiun karena sudah tua, ada yang rela tetap berjuang di Pringsewu meski tidak digaji, dan ada yang tetap bersedia bergabung karena mereka butuh pendapatan untuk menghidupi keluarga mereka. “Hasilnya, selama pandemi, kami tidak melakukan PHK. Namun, ada juga yang pensiun, karena mereka menginginkannya,” ucapnya.

Lantas, bagaimana dengan kelangsungan seluruh karyawan yang masih bersedia tinggal di Pringsewu? Dijawab Totok, sejumlah inisiatif yang sifatnya berkelanjutan dirancang dan dijalankan Pringsewu. “Semua inisiatif ini berangkat dari insight yang saya peroleh dari seluruh karyawan. Sebab, selama pandemi, saya keliling menemui karyawan di berbagai cabang Pringsewu di Indonesia. Saya juga menggelar forum Sumbang Saran, di mana seluruh karyawan bisa urun rembug tentang ide, hingga saya juga rutin memotivasi mereka pada saat pertemuan berlangsung,” dia menguraikan.

Setidaknya ada tiga inisiatif yang telah berdampak pada karyawan, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), hingga petani sayur. “Yang terpenting, semua inisiatif berkelanjutan ini, melibatkan partisipasi aktif karyawan kami, sehingga mereka tetap bisa memperoleh pendapatan selama pandemi,” kata totok.

Pertama, program Halal Food. Melalui program ini, Pringsewu meluncurkan produk frozen food, antara lain Pepes Bandeng, yang sampai saat ini masih menjadi produk unggulan Pringsewu. Melalui produk frozen food ini, Pringsewu juga menggandeng UMKM di seluruh cabang untuk mengikuti program Halal Food. “Kami memberikan modal freezer dan produk frozen food kepada UMKM. Mereka juga kami berikan pelatihan dan pendampingan untuk berjualan, termasuk berjualan secara online,” terang Totok.

Selain itu, lanjut Totok, Pringsewu juga memiliki program “Booth D’ketan”, yakni dengan memberdayakan SDM yang diberhentkan pada saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan penutupan beberapa cabang Pringseru. “Mereka kami ajak berjualan Ketan Bakar dengan merek D’ketan untuk para pesepeda, di mana kami memanfaatkan tren bersepeda yang sangat tinggi,” ucapnya.

Kedua, program Bazar Sayur, sebagai solusi saat PSBB atau lockdown. Pringsewu menjawab kebutuhan akan 9 bahan pokok melalui even jemput bola, yang dikemas dalam format bazar sayur di perumahan, yang hadir di 4 kota besar, yakni Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, dan Cirebon. “Bazar Sayur ini melibatkan karyawan dan juga menggandeng pedagang sayur, yang produknya kami kurasi dan kemas layaknya produk sayuran yang dijual di supermarket. Hasilnya, 80% terjual habis. Sisanya, kami bagikan kepada karyawan,” terangnya.

Ketiga, inisiatif Pringsewu Express. Dengan bekerja sama dengan pengelola rest area, Pringsewu membuka 8 titik Pringsewu Express dengan konsep revenue sharing, di mana SDM yang telah memutuskan berhenti, diajak bekerja kembali untuk mengelola Pringsewu Express.

Alhasil, Pringsewu tetap survive dengan 23 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, tidak terjadi PHK sejak pandemi hingga sekarang. Selain itu, tak hanya karyawan yang terdampak, melainkan masyarakat, UMKM, hingga pedagang sayur pun ikut terdampak dari deretan inisiatif yang dihadirkan Pringsewu.

Berkat keberhasilan Totok dalam mengawal inisiatif berkelanjutan Pringsewu Restaurant Group, Majalah MIX MarComm menganugerahinya sebagai The Best Sustainability Warrior 2022 pada penghargaan “Indonesia’s Best Corporate Sustainability Warrior 2022” dengan nilai indeks 260,00. (Dwi Wulandari)