UPM Melepas 1.404 Lulusan agar Mampu Jawab Tantangan Zaman

12 Des 2022, 08:02 WIB
Resktir UPM berpesan agar lulusannya bisa menjadi warga negara maupun bagian dari penduduk global yang baik dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan

Seiring perkembangan dunia, umat manusia mengalami berbagai perubahan episodik yang turut mengubah lanskap kehidupan. Perubahan ini terjadi di berbagai aspek seperti perubahan iklim, perubahan demografi dengan hadirnya generasi penerus yang kian adaptif dengan kemajuan teknologi, pergeseran kekuatan ekonomi global ke Asia hingga guncangan alami seperti pandemi Covid-19.

Menyadari fakta ini, Universitas Prasetiya Mulya (UPM) mengajak para lulusannya untuk mampu berkontribusi dalam penataan ulang yang mendasar sebagai upaya menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin pesat, melalui Wisuda 2022 bertema ‘Embarking on Fundamental Resetting’ yang diselenggarakan secara luring di Jakarta.

Edwin Soeryadjaya selaku Wakil Ketua Yayasan Prasetiya Mulya mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan wisudawan dalam menyelesaikan pembelajaran hybrid sebagai langkah adaptif akan perubahan mendasar yang terjadi karena pandemi Covid-19. “Kemauan dan kesiapan menghadapi pergolakan fundamental menjadi faktor penentu bagaimana umat manusia mampu bertahan hidup mengikuti perkembangan maupun menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin pesat. Yayasan Prasetiya Mulya melalui layanan pendidikan berkomitmen menjadi solusi dari penataan ulang kehidupan mendasar dengan meningkatkan cakupan jangkauan mutu kolaboratif dan mengedepankan semangat keberagaman demi kemajuan bangsa,” jelas Edwin.

Dr. Alexius Darmadi K., Direktur Utama PT Sumi Asih yang berkesempatan menyampaikan pidato ilmiahnya pada wisuda tahun ini menjelaskan bahwa peluang bisnis muncul karena adanya demand. “Manusia diberkati sumber daya alam yang bisa menjadi supply guna memenuhi kebutuhan pasar, ditopang dengan ilmu dari para pendahulu sehingga mampu menciptakan sebuah inovasi bisnis. Namun, bisnis dan demand terus berkembang sehingga dibutuhkan inovasi lain, yakni bisnis sirkular,” jelas Dr. Alexius.

Dr. Alexius memberi contoh pada 2021, Indonesia menghasilkan 65 juta ton sampah dan lebih dari 50% adalah sampah bersifat organik. Inovasi bisnis sirkular mengkonversi sampah menjadi sebuah sumber daya baru yang bernilai sehingga memberikan solusi baru bagi perkembangan bisnis. Inovasi ini pun mampu menyelesaikan berbagai masalah mendasar seperti lingkungan, bahkan pasokan protein dengan harga terjangkau yang bisa berkontribusi pada penurunan angka stunting, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. “Hasil dari efek domino ini tentu membutuhkan jangka panjang, untuk itu estafet ini kami serahkan kepada para wisudawan untuk terus melanjutkan inovasi bisnis kedepannya,” ucapnya/

Dalam wisuda kali ini, UPM melepas 1.404 lulusan terbaiknya. Masih sama dengan tahun sebelumnya, selain predikat Cum Laude, UPM juga memberikan  penghargaan bagi para wisudawan dengan kategori Best Academic in Program, Best of the Best Achievement, Best Learning Contribution, Best of LEAMICA, Best Contributor in Community Development, STEM Graduate Award, dan Best Women in STEM Graduate. Penghargaan-penghargaan ini bisa diperoleh  lulusan yang menunjukkan kompetensi mereka seperti yang diberikan oleh Dexa, Pharos, MSIG, Nutrifood, AFTECH, dan Brandz BSD.

Melengkapi rangkaian Wisuda 2022, UPM juga melakukan gerakan menanam bibit mangrove sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup dan keberlangsungan Bumi bekerja sama dengan Carbon Ethics, menanam 1.454 bibit mangrove yang terbagi di Kawasan Mangrove Pulau Harapan, Kepulauan Seribu dan Taman Wisata Alam Mangrove Angke, Kapuk, Jakarta.

Vincentius Christopher Calvin selaku Lulusan School of Applied Science, Technology, Engineering and Mathematics Program S1 Business Mathematics dengan penghargaan Pharos Award for Best Business Mathematics Graduate, Best Academic in Program, dan Best of LEAMICA mengungkapkan, pandemi telah menjadi bagian dari masa perkuliahan selama empat tahun dan kondisi penuh tantangan ini memberikan skill untuk mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri.

“Kita telah melalui empat tahun yang luar biasa dan penuh pembelajaran,  kita berani untuk keluar dari zona nyaman untuk mampu belajar, berproses dan bertumbuh menjadi insan yang kian paripurna. Ketika kita mengalami situasi sulit di masa mendatang, saya harap teman-teman bisa mengingat empat tahun ini, untuk terus berjuang dan mengalahkan masa sulit tersebut,” jelasnya.

Anisatur Rokhmah, Lulusan School of Business and Economics Program Magister Manajemen in Applied Business Analytics yang berhasil mendapatkan predikat Best Academic Achievement in Program dan Best of the Best Academic Achievement menuturkan, iklim belajar di Prasetiya Mulya membantu setiap mahasiswa untuk lebih memahami teori melalui pengaplikasian dalam praktik dan projek. “Diskusi bersama faculty member dan rekan kelas punya peran penting selama menjalani perkuliahan di MM Prasetiya Mulya. Setiap mahasiswa dilatih untuk bertukar pikiran, bahkan tentang kondisi atau permasalahan dalam industri atau profesi yang sedang dijalani,” ucapnya.

Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak selaku Rektor Universitas Prasetiya Mulya dalam pidato penutupannya melepas para wisudawan dan berpesan agar lulusannya bisa menjadi warga negara maupun bagian dari penduduk global yang baik dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. “Saya berharap, di manapun kalian  berada, jadilah warga yang baik, dalam kehidupan profesi maupun bermasyarakat, menjunjung nilai-nilai dasar kemanusiaan, kaidah-kaidah profesi dan pancasila sehingga bisa mampu memberikan kontribusi dan pelayanan terbaik bagi kemajuan manusia,” tutur Prof.  Djisman.

Swa.co.id