174 Negara Bebas Visa, tapi Ada 3 Kendala

Pemerintah menargetkan sektor pariwisata memberi kontribusi 8% terhadap PDB pada akhir tahun 2019. Pemasukan devisa mencapai Rp 240 triliun dan membuka lapangan kerja 13 juta orang. Adapun target kunjungan wisatawan mancanegara 20 juta dan pergerakan wisatawan nusantara 275 juta perjalanan.

Pada tahun 2016, pemerintah bahkan menambah jumlah negara dalam strategi bebas visa kunjungan. Ada 84 negara baru hingga totalnya 174 negara yang bebas visa ke Indonesia. Langkah ini diharapkan membuat Indonesia kian seksi sebagai destinasi wisata bagi banyak negara.

Adapun, dari 84 negara baru yang bebas visa kunjungan ke Indonesia, diantaranya adalah Australia, Amerika Serikat (AS), China, Ukraina, Uzbekistan, Bangladesh, Palestina, Israel, Jamaika, Paraguay, ‎Honduras, Uruguay, Bolivia, Kostarika, Georgia, Guatemala, Albania, serta Mozambik.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya Menteri Pariwisata, Arief Yahya

Tapi, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui masih ada beberapa kendala yang kini tengah menjadi perhatian pemerintah, yaitu akses, atraksi dan daya dukung wisata. Untuk akses, misalnya, dari China ke Indonesia hanya dilayani 40% direct flight. Bandingkan dengan negara-negara pesaing yang sudah 80%. “Ini adalah PR terbesar kami karena akses sangat penting untuk konektivitas ke lokasi wisata,” katanya.

Pemerintah juga terus mensosialisasikan pintu masuk ke Indonesia selain bandar udara. Selama ini, masih dianggap hanya 5 pelabuhan sebagai pintu mas‎uk, yaitu Jakarta, Medan, Bali, Batam, dan Surabaya. Padahal secara total ada 90 titik masuk.

Setelah berhasil masuk ke Indonesia, daerah-daerah tujuan wisata, terutama yang menjadi destinasi prioritas, harus mampu menjamu turis asing dengan program wisata yang dikemas secara menarik dan atraktif. Dengan begitu, turis bisa menikmati dan menggali banyak pesona keindahan budaya Indonesia dan tak kapok untuk kembali lagi pada tahun berikutnya.

“Negara-negara tetangga di ASEAN jug atelah mengemas industri pariwisatanya dengan bagus. Kompetisi kini semakin ketat. Kami harus bisa se-inovatif mungkin,” katanya.

Ya, seluruh pihak harus mau bersatu dan bersinergi untuk memajukan industri pariwisata di Tanah Air. Pada tahun 2019, pemerintah punya mimpi besar yaitu indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di peringkat 30 dunia. Semoga, bisa tercapai! (Reportase: Sri Niken Handayani)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)