3 Bulan, BRI Salurkan KUR Rp10 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk telah menyalurkan KUR senilai Rp10 triliun dalam kurun waktu sekitar 3 bulan sejak 18 Agustus lalu. KUR tersebut telah disalurkan kepada 600.000 nasabah, atau dengan kata lain rata-rata setiap harinya Bank BRI merealisasikan KUR untuk 10.000 debitur. “Ini juga angka terbesar jika dibandingkan dengan bank penyalur kredit lainnya, Kami optimis penyaluran KUR BRI di akhir tahun akan menembus angka Rp 12 Triliun,” kata Hari Siaga, Corporate Secretary Bank BRI.

Penyaluran KUR tersebut disalurkan kepada sektor pertanian (on farm) sebesar 21%, perikanan (on farm) dan industri pengolahan sebesar 10%, dan sisanya yang 69% disalurkan dalam sektor perdagangan terkait pertanian, perikanan dan hasil pengolahan.

Ke depan Bank BRI berencana menambah jumlah tenaga pemasar khusus KUR. Saat ini BRI mempunyai sekitar 8000 pemasar dan berencana meningkatkannya menjadi 10.000 tenaga pemasar. Peningkatan jumlah pemasar ini penting, kata dia, mengingat target pemerintah yang mematok target penyaluran KUR 2016 sebesar Rp 100 triliun. “Kami merekrut tenaga pemasar baru yang berasal dari anak pedagang pasar di masing-masing daerah. Mereka kita jadikan ujung tombak bagi pemasaran KUR di lingkungan pasar di mana mereka biasa beraktivitas,” kata Hari Siaga.

BRI

inovasi perekrutan tenaga kerja dengan sumber daya anak pedagang pasar ini didasari pertimbangan bahwa mereka sangat memahami kondisi usaha dan kondisi psikologis para pedagang pasar, paham akan kebutuhan riil para pelaku ekonomi di pasar, dan merupakan putra daerah yang paham akan kultur atau budaya daerah yang bersangkutan.
“Keuntungan lain merekrut mereka adalah, mereka dan keluarganya bisa menjadi perekomendasi yang tepat atas permohonan para pedagang di pasar, karena mereka lebih lama mengenal karakter-karakter para pedagang pasar yang mengajukan permohonan kredit,” tutur Hari Siaga.

Seperti diketahui Pada 2015 ini, pemerintah memangkas bunga KUR dari 22 persen menjadi 12 persen. Pada 2016, pemerintah manargetkan dapat kembali memotong bunga KUR hingga hanya sembilan persen.Penurunan suku bunga KUR itu dilakukan dengan peningkatan pemberian subsidi oleh pemerintah kepada Bank pelaksana pemberi KUR. Pemerintah juga menaikkan anggaran subsidi KUR pada 2015 dari Rp400 miliar menjadi Rp1 triliun.

KUR diberikan kepada UMK dengan suku bunga 12%, dan tidak dipungut biaya apa pun kecuali materai. Berbeda dengan Kredit Ritel Komersial yang dikenakan biaya administrasi dan provisi berkisar antara 0,5% – 1% dari plafon pinjaman.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)