Advan Gandeng Pakar Telekomunikasi Siap Hadirkan Gadget Inovatif

Persaingan ketat produk gadget membuat Advan Mobile terus terpacu mengahsilkan produk-produk yang customized sesuai kebutuhan dan selera pasar. Maklum gempuran produk asing dan lokal tak dapat dibendung, sehingga Advan harus tetap survive memimpin pasar gadget di negeri sendiri.

Dengan konsep mendengarkan apa yang dibutuhkan masyarakat dalam hal teknologi, proyek pembuatan produk gadget Advan yang menggandeng pakar telekomunikasi kali ini diharapkan dapat menggebrak pasar dengan inovasi baru. Tantangannya adalah bagaimana Advan mampu mewujudkan produk impian tersebut ?

Chandra Tansri, Sales Director Advan, Pakar Telekomunikasi, Hasnul Suhaimi, dan Brand Director Advan, Andi Gusena memperlihatkan nota kesepahaman, Jakarta (17/05) Chandra Tansri, Sales Director Advan, Pakar Telekomunikasi, Hasnul Suhaimi, dan Brand Director Advan, Andi Gusena memperlihatkan nota kesepahaman, Jakarta (17/05)

Guna menggali informasi lebih dalam tentang produk yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat era kini, Advan bakal menjaring pendapat melalui survey bekerja sama dengan lembaga riset MARS. Chandra Tansri, Sales Director Advan, menyatakan bahwa pola R&D terbuka seperti ini, adalah jurus jitu brand itu dalam setiap menghadirkan produk.

“Selama ini, relevansi produk adalah utama bagi Advan. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua produk dengan spek tinggi dan hebat itu bisa diterima oleh pasar khususnya pasar lokal,” ujar Chandra. Oleh karena itu, untuk tetap memimpin pasar nasional, Advan hadir dengan sebuah visi melahirkan produk yang dapat menjawab kebutuhan 259,1 juta masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Hasnul Suhaimi selaku pakar telekomunikasi yang digandeng Advan kali ini mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di industri telekomunikasi dengan populasi penduduknya yang dimiliki. Berdasarkan data yang dihimpun dari We Are Social (2016), pengguna internet Indonesia menunjukkan angka 88,1 juta orang dengan pengguna media sosial sebanyak 79 juta. Sementara itu, jumlah pengakses social media dari smartphone sebanyak 66 juta. Yang menarik, jumlah pelanggan seluler yang terkoneksi dengan handphone jauh melebihi populasi yaitu mencapai 326,2 juta.

Menjawab tantangan tersebut, Hasnul berujar bahwa untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri, mau tidak mau harus memiliki landmark yang jelas guna mendorong kebangkitan industri tersebut.

“Brand nasional juga harus memahami karakteristik konsumen di Indonesia, melakukan research & development yang tepat, sehingga produk tersebut benar-benar mewakili kebutuhan masyarakat Indonesia. Dan yang paling penting memiliki visi industri dan factory. Selain itu, tentunya terus meningkatkan kualitas produk agar bisa bersaing di tingkat global, serta menerapkan strategi marketing yang tepat agar lebih populer di kalangan masyarakat,” ujar Hasnul.

Berbekal pengalaman sukses menjadi pemimpin pasar tablet di kawasan Asia Pasifik hingga kini, serta mampu mampu menduduki jajaran top five smartphone terlaris sepanjang tahun 2015 menjadi fakta, bahwa keyakinan Advan cukuplah beralasan. Proyek prestisius yang kini tengah digodok Advan akan mampu mendorong kemajuan industri teknologi device Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)