Agricon Lirik Benih Jagung

Indonesia masih harus mengimpor 3,5 juta ton benih jagung setiap tahunnya. Potensi inilah yang dilirik Bos PT Agriculture Construction Company Limited (Agricon), Haerul Bestari Benghardi."Tahun depan, kami mau masuk ke benih jagung, kerjasama joint venture dengan perusahaan Perancis, Lima Grain, perusahaan nomor 4 terbesar di dunia untuk benih jagung," kata dia.

Menurut dia, pasar bisnis benih jagung terbuka lebar. Selain masih impor, luas tanaman jagung mencapai 3,5 juta hektar. Para petani jagung di Indonesia juga belum menggunakan benih jagung hibrida melainkan masih yang tradisional.Jagung yang dihasilkan biasanya digunakan untuk pakan ternak. Jika konsumsi daging ayam masyarakat semakin baik, kebutuhan jagung untuk pakan ternak juga akan naik.

Haerul Bengardi (utama) Bos PT Agriculture Construction Company Limited (Agricon), Haerul Bestari Benghardi.

"Pasarnya sangat menjanjikan. Tapi, jagung hibrida itu membutuhkan induk jagung yang banyak supaya bisa dikawinkan satu sama lain untuk mendapatkan hasil yang baru. Makanya, kami perlu kerja sama dengan perusahaan besar," kata dia.

Dia menjelaskan, perseroan masih harus impor benih jagung untuk tahun pertama sebelum mulai memproduksi sendiri di Indonesia di tahun kedua. Mereka juga harus membangun proyek percontohan lebih dulu sebelum memproduksi benih jagung secara massal.

"Rencana lain pada tahun depan adalah memperkenalkan produk baru untuk drone penyemprot pestisida dan pupuk cair. Para petani di daerah mulai kekurangan tenaga buruh untuk pemeliharaan karena umumnya orang desa pergi bekerja di pabrik," ujar dia.

Haerul adalah penerus bisnis keluarga yang patut diacungi dua jempol. Dia berhasil menyelamatkan perusahaan keluarganya dari jurang kebangkrutan. Dia dipercaya memegang Agricon pada 1994 dan berhasil mengembangkan enam perusahaan

Pertama, PT Agricon Indonesia yang dijadikan sebagai produsen pestisida. Kedua, PT Agricon Sentra Agribisnis Indonesia sebagai distributor infrastruktur pertanian seperti green house, irigasi tetes, hidroponik, hingga benih tanaman organik.

Ketiga, PT Agricon Putra Citra Optima (APCO) yang memegang lisensi Terminix untuk menjual produk dan jasa pengendalian hama. Cabangnya sebanyak 33 wilayah di berbagai daerah, salah satunya di Jayapura.

Keempat, yakni PT Asia Gala Kimia yang menggarap segmen business to business. Misalnya, memproduksi pestisida yang dipesan perusahaan atau mitra bisnisniya. Kelima, adalah PT Agro Lestari Nusantara yang bergerak di bidang optimalisasi produk hilir pertanian.

Baca juga:  Kisah Generasi Kedua Bangun 6 Unit Bisnis Agricon

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)