Agung Podomoro Land Tertantang di Batam

Besarnya potensi Batam, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7%, Agung Podomoro Land membangun sebuah kawasan terpadu yang terintegrasi di Batam. Sebuah kawasan yang belum pernah ada di Batam. Pembangunannya sudah dimulai sejak 2014, di atas tanah seluas 42 hektar dan di area premium yang berjarak 15 menit dari Bandara dan 5 menit dari pelabuhan.

Nantinya, akan ada 1.200 unit rumah, 140 ruko dan 100 unit apartemen. Sebuah hunian terpadu pertama di Batam yang sudah terjual hampir 50% pada saat ini, sudah terbangun sebanyak 70%. Meski begitu, memang tak mudah menjadi yang pertama.

Chief Marketing Officer, Orchard Park Batam, Agung Wirajaya mengatakan tantangan terbesar mereka adalah edukasi pasar mengingat masyarakat disana belum terbiasa dengan adanya kawasan terpadu yang bisa menjadi tempat tinggal yang layak huni.

“Para orang kaya di sana masih tinggal di sebuah ruko dan belum tinggal di sebuah hunian yang layak huni. Di sanalah tantangan kita,” katanya.

agung podomoro land

Tantangan lainnya, lanjut dia, adalah produk-produk untuk bahan masih impor dari Malaysia karena kalau harus mengambil dari Jawa biayanya jauh lebih mahal. Beruntung, pemerintah daerah sangat mendukung pengembangan kawasan hunian di Batam.

“Akses ke Batam sendiri sudah sangat mudah. Banyak sekali penerbangan langsung ke Batam. Pemerintah daerah juga cukup membantu. Dengan adanya pengembangan seperti ini pendapatan perkapita mereka akan naik,” ujar dia.

Dengan dukungan dari pemerintah mengembangkan potensi pariwisata, lanjut Agung, Batam akan semakin nyata sebagai tujuan industri MICE di Indonesia. Selanjutnya, industri turunan dari pariwisata bertumbuh. Orang yang datang untuk menikmati potensi pariwisata di Batam juga semakin banyak.

“Ini akan mendongkrak pendapatan daerah, termasuk industri hotel. Kami melihat hotel di Batam sangat penuh. Di akhir pekan terjadi pertukaran penduduk dengan Singapura. Kebanyakan dari mereka adalah warga Singapura yang belanja,” kata dia.

Pemerintah sendiri telah menjadikan Batam sebagai area perdagangan bebas. Banyak barang dari luar masuk ke Batam bebas bea masuk. Banyak orang tertarik untuk investasi di Batam.

Terlebih, dengan adanya rancangan pembaharuan UU Agraria, dimana orang asing boleh membeli properti dengan jumlah terbatas dengan harga di atas Rp 5 miliar. Ini potensi yang bagus untuk pengembang seperti Agung Podomoro Land. (Reportase: Istihanah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)