Bagaimana Adira Finance Memperkuat Merek?

Persepsi akan merek menjadi faktor krusial dalam menjalankan sebuah bisnis. Adira Finance, sebagai perusahaan pembiayaan yang sudah lahir sejak tahun 1990 berusaha agar citra mereknya tetap relevan di era digital. Langkahnya adalah dengan mendisrupsi diri sendiri serta membaca kebutuhan pasar dengan luwes.

Adira Finance terjun ke dunia marketplace dengan membangun platform bertajuk Momobil dan Momotor untuk penjualan mobil dan motor bekas. Selain itu, Swandajani Gunadi, Direktur Adira Finance, mengungkapkan, pihaknya juga berkolaborasi dengan e-commerce eksisting seperti Tokopedia dan Olx.“Kami terus membangun keberadaan di dunia digital untuk mengambil segmen milenial,” tutur Swandajani.

Karena baru berusia satu tahun, perseroan belum dapat mengandalkan penjualan lewat e-commerce. Lagipula, Swandajani menekankan bahwa platform digital tersebut difokuskan sebagai enabler bisnis Adira Finance yang konvensional.

Kepada SWA Online, dia menjelaskan, “Bagaimana yang konvensional ini dibantu lewat proses digital supaya lebih baik dan cepat. Tujuannya belum untuk berapa bisnis yang di-deliver, tapi brand awareness. Performance digitalnya bukan di penjualan.”

Selain membangun platform marketplace, Adira Finance juga membangun kesadaran melalui akun media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan Linkedin.

Teknologi juga berperan dalam meningkatkan pelayanan perseroan. Melalui aplikasi Akses, konsumen Adira Finance mendapatkan pelayanan langsung melalui aplikasi, misalnya sejarah pembayaran, bayar angsuran, serta akses terhadap reward.

Dalam meningkatkan loyalitas pelanggan, perseroan juga menyusun inovasi program seperti point reward, cashback reward, juga program SOBAT. Selain itu, pihaknya sedang mengembangkan customer experience. “Kami sudah mulai memetakan customer kami dalam beberapa segmen persona. Kami bedakan customer kami dalam beberapa persona; misalnya ada yang milenial, nanti customer experiencenya mau dibangun seperti apa. Tapi saat ini masih dalam pengembangan dan rencananya akan diimplementasikan mulai tahun 2019," jelasnya.

Setelah meningkatkan loyalitas konsumen lama, perseroan juga perlu menggaet konsumen baru melalui ekspansi. Langkahnya adalah menghidupkan kedai dan agen Adira Finance.

Swandajani menjelaskan, Kedai Adira Finance adalah toko kecil yang ada di masyarakat yang direkrut untuk menjadi representatif Adira Finance melakukan penjualan. Kalau agen, seperti agen asuransi direkrut multilevel marketing, tapi jenjangnnya tidak multilevel, hanya ada dua level.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2018 berhasil mencetak laba Rp 1,8 triliun, naik 28,57 persen dari tahun 2017 (Rp 1,4 triliun). Adapun total pendapatan yang diterima perusahaan tahun 2018 sebesar Rp 10,18 triliun, naik 11,38 persen dari tahun 2017 (Rp 9,14 triliun).

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)