Bandung, Sumbu Inovasi Indonesia

Bandung kesohor dengan bisnis factory outlet dan kulinernya yang menggugah selera. Setiap akhir pekan, warga DKI Jakarta dan beberapa kota lain berbondong-bondong mengunjungi Kota Kembang untuk memuaskan dahaga akan model pakaian terbaru dan makanan terlezat. Deretan fesyen store dan kuliner pun tumbuh bak jamur di musim hujan. Tak heran, jalanan kota Bandung selalu macet saat weekend.

Walikota Bandung Ridwan Kamil tahu betul potensi bisnis di daerahnya. Kreativitas anak-anak mudanya jangan ditanya. Itulah kenapa dirinya memfokuskan diri pada pengembangan bisnis dan ekonomi kreatif.

“Karena sudah terbukti. Dengan industri kreatif, beberapa komunitas di Bandung bisa mandiri dan multiplier effect-nya sangat signifikan bagi lingkungan sekitarnya,” kata dia.

Membangun Bandung Teknopolis adalah lompatan besar sekaligus awal membangun Bandung menjadi lebih masyhur di kemudian hari. Ia ingin Bandung menjadi satu dari 10 kota berbasis inovasi sesuai keinginan Presiden Joko Widodo. Bandung Teknopolis, yang sudah siap dibangun oleh 8 pengembang mayoritas lokal ini, nantinya akan menjadi pusat berkumpulnya para inovator muda yang bisa saling memberi inspirasi.

Walikota Bandung Ridwan Kamil Walikota Bandung Ridwan Kamil

“Kami sedang membuka akses infrastruktur. Nanti, mudah-mudahan tahun depan sudah terwujud, dari Jakarta ke Bandung Teknopolis itu punya pintu tol sendiri namanya pintu tol 149,” kata dia.

Kang Emil punya impian Bandung Teknopolis akan seperti Silicon Valley, kawasan pusat industri teknologi di Amerika Serikat. Di sanalah, dihasilkan industri teknologi informasi terbesar di dunia. Dengan begitu, Bandung Teknopolis mampu member warna yakni kota berbasis inovasi.

“Nanti dari Jakarta hanya 30 menit dengan High Speed Train. Kami juga membantu para startup untuk berkantor di Teknopolis. Kalau bisnisnya sudah bagus, dia bayar normal. Yang penting, anak muda kerja dan inovasi,” kata dia.

Bandung yang telah mengembangkan konsep smart city berhasil meningkatkan kinerja investasinya. Izin usaha bisa diajukan via online. Tiga bulan lalu, investasi telah mencapai Rp 1 triliun, kata Kang Emil. Salah satunya dari Negeri Paman Sam, yani Aero Space Business.

“Setiap US$ 1 juta akan menyerap 20 ribu tenaga kerja baru. Nah, target di teknopolis itu nantinya bisa menyerap 500 ribu tenaga kerja di bidang IT dan inovasi teknologi,” ujar dia.

Hingga saat ini, sudah ada 300 aplikasi yang digunakan pemerintah kota Bandung seperti, e-budgeting, e-blusukan, e-progres project management, dan sosial media mapping. Namun, jumlah itu masih kalah jauh dari Singapura yang sudah memiliki 1.600 aplikasi.

“Yang paling banyak dipakai adalah sosial media mapping. Warga Bandung sama “cerewet” kayak Jakarta. Saya tinggal klik kecamatan A, lalu kecamatan B pasti beda “curhatannya”. Sehingga saya kirim timnya juga beda,” katanya. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)