Bank Riaukepri Tuan Rumah Panen Rejeki Bank BPD ke-26

Bertempat di ballroom SKA CoEx, Pekanbaru, Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI) kembali akan menggelar program customer rewards yang dikemas dalam paket program Panen Rejeki Bank BPD (1/4). Pekanbaru dipilih selain menawarkan pertumbuhan ekonomi yang sangat potensial juga menyimpan ragam potensi wisata baik alam maupun sejarah. Lebih dari itu, dengan memilih Pekanbaru diharapkan mampu menjadikan Simpeda sebagai tabungan pilihan masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya.

Perhelatan akbar berupa “Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda” dengan total hadiah sebesar Rp 6 miliar (diundi 2x setahun) atau Rp 3 miliar untuk setiap periodenya, kali ini sebagai tuan rumah adalah Bank Riaukepri. Undian Nasional Tabungan Simpeda pada setiap periodenya akan diperuntukkan bagi 584 penenang dengan hadiah utama Rp 500 juta, kemudian hadiah kedua Rp 100 juta untuk 4 pemenang, hadiah ketiga Rp 50 juta untuk 26 pemenang. Hadiah keempat Rp 5 juta untuk 26 pemenang, hadiah kelima Rp 2,5 juta untuk 26 pemenang, hadiah keenam Rp 2 juta untuk 52 pemenang, hadiah ketujuh Rp 1,5 juta untuk 104 pemenang, dan hadiah kedelapan Rp 1 juta untuk 345 pemenang.

SEMINAR NASIONAL BPD-SI . Ketua Umum Asbanda yang juga Dirut Bank DKI , Kresno Sediarsi (kanan 2) menyerahkan plakat kepada Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK , Heru Kristiana (tengah) SEMINAR NASIONAL BPD-SI . Ketua Umum Asbanda yang juga Dirut Bank DKI , Kresno Sediarsi (kanan 2) menyerahkan plakat kepada Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV OJK , Heru Kristiana (tengah)

Ketua Umum Asbanda yang juga Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi, mengungkapkan, Tabungan Simpeda BPD seluruh Indonesia dari tahun ke tahun terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini dapat kita lihat pada penarikan undian Simpeda periode ke-2 tahun 25 pada 2015 di Bukittinggi. Waktu itu, jumlah penabung sampai dengan akhir Desember 2014 berjumlah 6.979.114 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 39,10 triliun.

Kemudian pada penarikan undian Simpeda periode ke-2 tahun ke 26-2016 di Pekanbaru kali ini, jumlah penabung sampai dengan akhir Desember 2015 berjumlah 7.200.883penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 44,26 triliun.

Kresno menjelaskan, apabila dilihat dari penarikan undian Simpeda di Bukittinggi sampai dengan di Pekanbaru, dari sisi penabung terjadi peningkatan sebesar 3,18% atau meningkat sebanyak 221.769 penabung, sedangkan saldo Simpeda meningkat 13,20% atau naik sebesar Rp5,16 triliun. Ini pertanda bahwa Simpeda cukup menarik dan cukup disukai oleh masyarakat dalam menabung, disamping tentunya hadiah yang lumayan menjanjikan, juga kemudahan dalam bertransaksi dengan adanya jaringan ATM Bersama.

“Dapat kami sampaikan di sini, bahwa yang paling banyak menghimpun Tabungan Simpeda sejak lebih dari 10 tahun terakhir, yaitu Bank Jatim, sampai dengan posisi Desember 2015 telah menghimpun Simpeda sekitar Rp10,52 triliun atau sebesar 23,76% dari Tabungan Simpeda Nasional. Sedangkan untuk Bank Riaukepri posisi Tabungan Simpeda pada bulan Desember 2015 sebanyak Rp 882,23 miliar atau 0,2% dari Tabungan Simpeda nasional,” jelas Kresno lagi.

Seperti periode sebelumnya, rangkaian perhelatan Undian Nasional Tabungan Simpeda atau Panen Rejeki Bank BPD ini diawali dengan prosesi penyegelan tabung undian, Welcome Party di Gubernuran Riau, dan digelar Seminar Nasional BPD-SI dengan tajuk “StrategiPertumbuhan BPD di Era Diberlakukannya PMK Nomor 235/PMK.07/2015 tentang Konversi Penyaluran DBH dan DAU dalam bentuk Nontunai”.

Dalam seminar yang berlangsung di Menara Dang Merdu Bank Riaukepri tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wakil Menteri Keuangan, Gubernur Riau, Gubernur Kepulauan Riau,Ketua Umum Asbanda,Jajaran Direksi Bank Riaukepri, serta Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas, Direktur Utama dan Direksi,serta Pemimpin Divisi Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia.

Seminar ini sebagai wujud tindak lanjut BPD seluruh Indonesia dalam melakukan transformasi BPD yang telah diluncurkan pada tanggal 26 Mei 2015 oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, yang ditandai dengan penandatanganan Komitmen oleh Direktur Utama, Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas BPD seluruh Indonesia dan gubernur seluruh Indonesia selaku stakeholder BPD, dan oleh Ketua DPRD Provinsi se Indonesia. Para pimpinan lembaga tersebut berkomitmen untuk memperkuat BPDmenjadi bank yang berdaya saing tinggi, kuat serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dalam road mad-nya, Program Transformasi BPD ini diharapkan dapat diwujudkan akhir tahun 2024.Untuk menuju Transformasi BPD tersebut, BPD telah meluncurkan enam) Workstream Transformasi BPD menuju regional champion, yang terdiri dari :Strategic Holding BPD, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengembangan Produk dan Layanan, Peningkatan Good Corporate Governance dan Manajemen Risiko, Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi Manajemen, dan Pengembangan Syariah Banking.

Presiden dalam program dialog publik pada tanggal 30 Maret 2016 lalu di Jakarta, menyarankan Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia melakukan pembentukan holding sebagai sebuah sinergi yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing BPD dalam memasuki era persaingan ekonomi ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN. Lebih lanjut Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa jika BPD mau holding jadi satu dan bisa saling membantu antar BPD provinsi yang satu dengan provinsi yang lain, ini akan memudahkan dalam membangun sinergi dan membangun daerah, baik dalam sisi pembiayaan, permodalan dan lainnya. Arahan ini sejalan dengan Program Transformasi yang sedang dijalankan BPD seluruh Indonesia.

Menurut Kresno, sebagai langkah awal dalam implementasi Program Transformasi BPD adalah melalui kegiatan-kegiatan yang memang dapat dilaksanakan. Beberapa kegiatan yang menjadi quickwin dalam rangka program transformasi BPD di antaranya bidang teknologi, yaitu penggunaan Layanan Laku Pandai dan Solusi e-channel oleh beberapa BPD melalui BPDNet, dan yang terbaru adalah akan segera diluncurkannya layanan Teller Online One BPD. Dengan hadirnya layanan Teller Online One BPD akan memberikan kemudahan bagi nasabah BPD seluruh Indonesia untuk melakukan setor tunai maupun tarik tunai dari dan untuk BPD seluruh Indonesia.

Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia terus menunjukkan pertumbuhannya. Kinerja BPD ini dilihat dari kinerja keuangan maupun operasional semakin membaik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia. Per Desember 2015, aset BPD telah mencapai Rp480,35 triliun atau meningkat sebesar 7,09% dibandingkan posisi Desember 2014 yang mencapai Rp451,86 triliun atau menempati peringkat 4 dalam perbankan nasional setelah BRI, Mandiri, dan BCA.

Kekuatan aset BPD seluruh Indonesia ini menunjukkan bahwa apabila BPD seluruh Indonesia bersinergi akan menjadi potensi kekuatan yang solid dalam kancah persaingan industri perbankan nasional serta dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perekonomian nasional, khususnya di daerah.

Sesuai dengan data statistik perbankan Indonesia, kinerja kredit BPD juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada Desember 2015, posisi kredit BPD mencapai Rp311,24 triliun atau meningkat sebesar 5,35% dibandingkan posisi Desember 2014 sebesar Rp 294,60 triliun. Sementara Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD seluruh Indonesia pada Desember 2015 mencapai Rp 355,53 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 6,28% dibanding posisi Desember 2014 yang mencapai sebesar Rp333,12 triliun.

“Dengan ragam inovasi dan prestasi serta pertumbuhan kinerja BPD secara nasional maupun lokal saat ini, BPD-SI optimis mampu menjadi garda terdepan pembangunan ekonomi daerah untuk mendukung suksesnya ragam program Pemerintah menciptakan lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat daerah yang secara kolektif,dan menurunkan tingkat kemiskinan secara nasional serta meningkatkan kesejahteraaan bangsa.Dengan transformasi ini kita ingin menjadikan BPD ke depan mampu berkiprah lebih maksimal dan mampu menjadi “raja” di daerahnya sendiri sehingga dapat memenuhi seluruh harapan stakeholders,” jelas Kresno. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)