Batasi 40 Sponsor, RI Siap Tuan Rumah APEC 2013

Terpilihnya Indonesia sebagai Ketua Asia-Pasific Economic Forum (APEC) 2013 serta tuan rumah perhelatan yang akan diselenggarakan pada Oktober 2013 mendatang di Bali merupakan peluang yang strategis bagi Indonesia untuk berperan dalam perekonomian global.

Dalam pertemuan yang akan berlangsung 1-8 Oktober 2013 tidak hanya pertemuan antara pemimpin-pemimpin 21 negara anggota, tetapi juga akan digelar APEC CEO Summit yang memberikan peluang bagi para pemimpin bisnis di Asia Pasifik untuk berdiskusi dengan Pemimpin Ekonomi APEC.

Tahun ini, tema APEC CEO Summit yang akan digelar 5-7 Oktober 2013 adalah Towards Resilience and Growth: Reshaping Priorities for Global Economy. “Akan hadir sekitar 1200 CEO top seluruh dunia  dan 200 diantaranya berasal dari Indonesia.” Ungkap Sudirman Said, Executive Director APEC CEO Summit 2013.

Selain APEC CEO Summit, akan terdapat pula 4th ABAC (APEC Business Advisory Council) Meeting yang akan memberi rekomendasi kepada para pemimpin APEC. Keanggotaan ABAC ini tediri dari tiga perwakilan sektor swasta yang berasal dari negara-negara APEC dan ditunjuk oleh pemimpin ekonomi masing-masing. Untuk Indonesia, ketiga orang yang ditunjuk adalah Wishnu Wardhana, Grooup Co-CEO dan Wakil Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk, Anindya Novyan Bakrie, Chairman PT Bakrie Global Ventura dan Karen Agustiawan, Presiden Direktur dan CEO PT Pertamina. “Mereka ditunjuk melalui Keppres No 79/M Tahun 2012.” terang Amin Subekti Excecutive Director ABAC 2013.

ki-ka: Amin Subekti dan Sudirman Said

Amin menjelaskan, saat ini  terjadi perubahan-perubahan besar di dunia, serta semakin besarnya ketidakpastian dimana harga semakin mahal dan meningkatnya peran negara terhadap pasar. Di sisi lain, Indonesia memiliki banyak potensi diantaranya adalah perekonomian yang dinamis, sumber daya alam yang melimpah, negara dengan populasi keempat terbesar dunia, diproyeksikan akan menjadi ekonomi terbesar ketujuh dunia pada 2030 dan merupakan salah satu dari 5 negara tujuan FDI yang paling dipilih seluruh dunia pada 2012-2014. “Diperkirakan kebangkitan Asia akan terjadi kembali sehingga ikut ambil bagian di Asia Pasifik lebih baik ketimbang tidak ambil bagian tetapi terkena dampaknya.” ujar Amin.

ABAC sesuai posisinya, akan memberikan masukan-masukan dari hasil pertemuan tiap working group  kepada pemangku kebijakan sehingga diharapkan kebijakan yang dibuat nantinya akan lebih sesuai dengan kondisi di lapangan. Dalam menjalankan perannya, pada tahun ini ABAC  fokus pada area memperdalam integrasi ekonomi regional, mempromosikan infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan, membina pengembangan UKM dan kewirausahaan dan mempromosikan pengembangan dan integrasi pasar keuangan.

Kesiapan Indonesia

Mengenai kesiapan Indonesia dalam perhelatan ini, Sudirman Said, mengatakan,  sudah diputuskan venue kegiatan ini di Bali International Convention Center, Nusa Dua. Ia juga memaparkan bahwa minat dari sejumlah orang yang diundang cukup baik. Pihaknya juga masih terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait di pemerintahan seperti Kementerian Luar Negeri, Kesekretariatan Negara, Kominfo, dll.

Kerja sama juga akan dilakukan dengan sponsor yang jumlahnya dibatasi maksimal 40 sponsor. Forum ini juga akan dioptimalkan untuk promosi kuliner Indonesia melalui konsep Pasar Indonesia yang menyediakan berbagai jenis makanan Indonesia.

Diharapkan, pelaksanaan forum bertaraf internasional ini akan berlangsung sukses sehingga akan menambah kesan baik terhadap Indonesia."Ini bukan event biasa. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia siap bekerja sama. Indonesia adalah partner yang sejajar dengan mereka," tandas Sudirman. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)