Berkah Pandemi Bagi Bisnis CCM dan Mili

Angka kasus kematian akibat Covid-19, pada awal tahun 2022 mulai menurun.  Ini berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Pandemi yang telah berlangsung sejak 2019 hingga kini, mengakibatkan pertumbuhan perekonomian menurun, dan banyak perusahaan yang terpuruk. Namun berbeda dengan yang terjadi pada perusahaan manufacture PT Cipta Cahya Mandiri (CCM) dan perusahaan digital payment Mili

CCM sejak 2019 hingga kini masih terus dapat bertahan, bahkan menjelang pandemi menurun tahun ini. CCM telah berhasil membukukan penjualan target tahun 2022 sekitar Rp 25 miliar, sudah terpenuhi pada akhir bulan Februari 2022. Perusahaan ini bergerak di bidang manufaktur dengan berbagai produknya, antara lain JIG, Special Purpose Machine, Conveyor dan aneka mesin pendukung industri otomotif dan manufaktur lainnya.

Menurut Direktur PT Cipta Cahya Mandiri Arif Rahman Hakim, perusahaannya memiliki dua anak usaha yang bergerak di bidang penjualan ritel berupa toko baja dan besi di bawah Cahaya Steel Mandiri (CSM) dan Cahaya Mustika Mandiri  (CMM) berupa jasa site metal alias pemotongan dan pembentukan baja dan besi. CSM memiliki dua toko metal dan besi yang tersebar di Bekasi.

Dua toko di bawah CSM ini,merupakan tempat aliran dana masuk yang rutin bagi CCM. “Kami belum bisa membuka cabang lagi, karena untuk memenhi permintaan dua toko di Bekasi saja belum dapat kami memenuhi,” jelas Arif kepada peserta Temu Tatap Muka #02 members LinkedIn yang sedang berkunjung ke pabriknya di Mustikasari, Bekasi (30/3/2022).

Arif  mengakui tuntutan teknologi otomotif yang cepat menuju era teknologi listrik, mendorong CCM memanfaatkan teknologi terkini. . Karenanya CCM memiliki visi menjadi perusahaan manufaktur kelas dunia yang memanfaatkan teknologi mutakhir.  “CCM akan berusaha memberikan yang terbaik bagi customer dengan menghasilkan produk berstandar internasional,” ujar Arif

Walau konodisi pandemi belum usai, namun CCM tetap optimistis bisnisnya akan terus bertumbuh. Bahkan saat ini permintaan produk terus meningkat hingga mesin yang tersedia tidak mencukupi. Kareannya, CCM telah menginvestasikan dana puluhan miliara untuk membeli mesin produksi baru berupa alat potong baja.

Mesin seharga miliaran rupiah telah terpasang, sehingga memungkinkan CCM menambah kapasitas orderan, yang berujung pada meningkatkan penjualan. Dan hingga akhir tahun ini, CCM menargetkan dapat meraih penjualan senilai Rp 100 miliar. Pandemi ternyata membawa berkah bagi CCM.

Dengan semangat membangun negeri, CCM membagikan kisah inspiratifnya pada peserta acara Tatap Muka (TTM) #02 yang digelar di Hotel Harris, Sumarecon Bekasi. Peserta sebagian besar adalah pengguna situs jejering social Linked-In.

Acara TTM#02 bertema ‘Gaining Post Pandemic  Business Opportunities’ diprakarsai oleh Syamsul Safin, Praktisi Media Sosial dan Relawan MTR Miliarder Club (MMC) yang konsen membantu pengusaha untuk berbisnis tanpa utang.

TTM #02 diselengarakan secara hybrid, di mana sekitar 100 peserta yang merupakan owner bisnis dan expert members Linked In hadir offline dan sekitar 250 peserta melalui online.

Menurut Co-Founder bisnis digital platform MILI Erik Yoachim, para pelaku usaha sektor ritel dan UMKM difasilitasi untuk masuk ke ekosistem digital, dengan menyediakan platform yang dapat dimanfaatkan membuka layanan penjualan produk-produk dan pembayaran digital, serta layanan online banking dengan lebih mudah, lebih cepat dan tanpa batas. Bahkan di masa pandemi, penjualan MILI alami peningkatan cukup signifikan, mengingat kebutuhan akan paket data dan pulsa juga meningkat.  “Walau skala kami belum besar tapi penjualan MILI sudah masuk dalam kategori serupa dengan unicorn,” ungkap Erik.

Konsistensi dan kesuksesan MILI dalam membangun jaringan usaha kemitraan di Indonesia telah mendapatkan pengakuan dan amanah dari mitra-mitra strategis di industri produk pembayaran  digital. Salah satunya adalah Telkomsel, yang merupakan pemimpin pasar operator telekomunikasi seluler di Indonesia, dengan memberikan lisensi Authorized Distributor On-Line kepada Mili pada awal tahun 2022, hubungan keduanya sudah terjalin lama, sehingga Mili mampu berbisnis dengan basis digital.

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)