Bersinar Terang, Ini Strategi Matahari

PT Matahari Department Store Tbk semakin terang sinarnya. Saat ekonomi tengah lesu pada tahun lalu, mereka mash bisa mencatat kenaikan penjualan 10% menjadi Rp 15,9 triliun. Angka ini naik sebesar 10,8% dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Marketing dan Merchandising Matahari Dept Store, Christian Kurnia mengatakan, perseroan punya brand eksklusif yang hanya dijual di Matahari Dept Store seperti Nevada, Connection, dan Little M. Kualitas barang adalah nomor satu dengan harga yang kompetitif.

“Kami juga mengikuti tren fesyen dunia. Kerjasama dengan brand juga terus dipupuk. Kami menyediakan sarana untuk mereka menjual produknya,” kata dia.

Saat ini, ada 142 jaringan toko Matahari Dept Store dengan sekitar 500 brand yang dijual. Namun, tidak semua merek ada di satu toko. Tergantung luas toko, semakin luas semakin banyak brand yang dijajakan. Besar-kecilnya toko disesuaikan dengan kebutuhan pasar setempat.

Direktur Marketing dan Merchandising Matahari Dept Store, Christian Kurnia Direktur Marketing dan Merchandising Matahari Dept Store, Christian Kurnia

Dia menjelaskan, Matahari Dept Store sangat agresif dari segi promosi. Inilah kunci sukses Grup Lippo ini bertahan di tengah lesunya perekonomian sepanjang tahun lalu. Promosi terus berganti sepanjang tahun agar pelanggan bisa mendapatkan barang yang bernilai dengan harga terjangkau.

Misalnya, beli dua gratis satu dan diskon tambahan. Ada juga dobel diskon untuk pelanggan setia alias yang memiliki membership. Inovasi dalam promosi sangat penting demi menjawab keinginan pelanggan. Setiap promosi yang dilempar ke pasar selalu dianalisis sebelum diputuskan lanjut atau tidak dan diganti yang baru.

“Kalau kita benar-benar tahu cara menggarapnya, baru kita bisa mendapatkan hasil yang baik. Kunci dari Dept Store itu ada di produk dan inovasinya. Kualitas juga harus terjaga,” katanya.

Ia menambahkan, perseroan juga ekspansif. Saat banyak gerai milik kompetitor yang terpaksa ditutup, Matahari Dept Store justru membuka 11 gerai pada tahun 2015. Gerai baru tak hanya dikembangkan di kota-kota terbesar di daerah, tetapi juga kota yang lebih kecil.

“Penetrasi Dept Store masih kecil di Indonesia. Per 2013, penetrasinya hanya 11 Dept Store untuk setiap 1 juta orang. Penetrasi pasar modern juga masih kecil. Di luar negeri, jauh lebih tinggi. Ini peluang karena masih banyak market yang belum digarap,” katanya. (Reportase: Nerissa Arviana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)