Bertahan 50 Tahun, Ini Strategi Grup Kalbe

PT Kalbe Farma Tbk sudah 50 tahun menyehatkan Indonesia lewat obat-obatan mereka. Sebagai perusahaan farmasi, perseroan bertumpu pada prinsip dasar inovasi, merek yang kuat, dan manajemen yang prima. Tak henti berinovasi, mereka juga terus mendekatkan diri dengan konsumen.

“Kami memberikan tak hanya produk yang bagus tetapi juga layanan berkualitas, serta informasi kesehatan yang menyentuh segala lapisan,” kata Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma, Vidjongtius.

Menurut dia, sumber daya penelitian juga terus dikembangkan karena menjadi cikal bakal untuk mendorong semua inovasi di produk maupun komposisi dari material yang diproduksi. Hanya dengan cara itu, mereka bisa menghasilkan produk terbaik. Karena penelitian dan pengembangan untuk menemukan produk baru yang bermanfaat memakan waktu lama, Grup Kalbe tak ragu menanam dana besar.

“Kami menganggarkan hampir Rp 200 miliar pertahun untuk biaya penelitian dan pengembangan. Dari penjualan obat-obatan (kami menyisihkan) sekitar 3%. Dari penjualan konsolidasi, sekitar 1%,” ujar dia.

Vidjongtius Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PT Kalbe Farma Tbk

Dalam beroperasi, lanjut dia, perseroan memegang teguh 5 prinsip yang disebut Panca Sradha Kalbe, seperti Trust, Mindfulness, Innovation, Strive to The Best, dan Interconnectedness. Nilai-nilai tersebut tak hanya membawa kemajuan masing-masing individu di Grup Kalbe, tetap juga kemajuan secara organisasi.

Menurut dia, saat ini Grup Kalbe lebih banyak melakukan ekspansi secara organik ketimbang anorganik yang sifatnya kolaborasi (joint venture) dengan pihak ketiga yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Pilihan itu diambil karena perseroan sudah memiliki pabrik, jalur distribusi, serta sumber daya manusia yang baik.

“Contoh proyek anorganik, saat kami meluncurkan pabrik untuk produksi bahan baku biomedis yang nantinya akan mendukung bisnis kami juga. Kami bekerjasama dengan perusahaan asal Korea Selatan untuk mempercepat transfer teknologi. Kalau belajar sendiri lama, apalagi sekarang potensi pasarnya bagus. Jadi, strategi kolaborasi lebih tepat,” ujar dia.

Kalbe melalui proses pertumbuhan organik dan merger dan akuisisi, hingga akhirnya berkembang menjadi 24 entitas usaha, dalam empat kelompok divisi usaha, yakni Divisi Obat Resep dengan kontribusi pendapatan sebesar 24%, Divisi Produk Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 16%, Divisi Nutrisi kontribusi sebesar 24%, serta Divisi Distribusi dan Logistik memberikan kontribusi 36%. (Reportase: Rizky C. Septania)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)