BRI Syariah Siap Pelopori Bank Syariah Penyalur KUR

Menjelang usianya yang ke-8 tahun BRI Syariah makin mantap menjalankan bisnis perbankan syariah di Indonesia. Salah satunya adalah kesiapan untuk menjadi bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR). Rencananya KUR yang akan disalurkan tersebut sebesar Rp 500 miliar dengan skala mikro maksimal Rp 25 juta per nasabah. Sedangkan tingkat margin (suku bunga) yang ditawarkan sebesar 9 persen. "Beda KUR BRI Syariah dan bank-bank lain terletak pada akadnya saja," ujar Moch. Hadi Santoso, Direktur Utama BRI Syariah.

BRI Syariah (kiri) Moch.Hadi Santoso, Direktur Utama BRI Syariah menyerahkan bantuan ke BAZNAS

Hadi berharap pemerintah  segera menetapkan BRI Syariah menjadi bank syariah pertama yang menjadi penyalur KUR dengan skema syariah di tahun 2016. Tujuannya, supayar BRI Syariah dapat berkontribusi dengan penguatan ekonomi umat.

Kegigihan BRI Syariah itu bukan tanpa alasan. Sebab, bank syariah afiliasi Bank BRI itu sudah melakukan persiapan matang. "Kami telah mendapatkan rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjadi penyalur KUR syariah. Kami juga sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Jamkrindo Syariah dan telah memiliki system online/aplikasi penunjang pembiayaan untuk menghasilkan data KUR yang comply dengan SKIP Kementerian Keuangan," jelas Hadi menegaskan.

BRI Syariah telah mempersiapkan rancangan ketentuan internal yang disesuaikan dengan peraturan dengan tetap memperhatikan aspek syariah. Juga, telah memiliki sistem aplikasi pembiayaan yang terkoneksi langsung atau Cash Management System (CMS) dengan perusahaan penjaminan.

Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM),  BRI Syariah telah didukung oleh lebih dari 1.400  tenaga pemasar yang siap mendistribusikan pembiayaan KUR syariah serta jangkauan layanan luas BRI Syariah dengan saat ini jumlah cabangnya mencapai 271 di seluruh Indonesia.

Mekanisme pembiayaan KUR syariah ini akan menggunakan struktur murabahah, yakni jual beli yang dilakukan antara bank syariah dan nasabah (end user) dengan margin per tahun setara dengan yang ditetapkan pemerintah sebesar 9 persen.

Jangkauan wilayah layanan KUR BRI Syariah meliputi seluruh Indonesia yang memiliki kantor cabang dan sebagian besar diarahkan ke Indonesia bagian timur.

 

Kesiapan menyalurkan KUR syariah juga didukung oleh kinerja keuangan yang solid. Lihat saja,  per April 2016 BRI Syariah memiliki aset perusahaan tumbuh 0,83 persen menjadi Rp 24,432 miliar.

Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun juga naik 4,19 persen menjadi Rp 20,472 miliar. Sementara itu pembiayaan tumbuh 2,93 persen menjadi Rp 17,148 miliar. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)