Bu Susi, Kenapa Uji Garam Harus di Jerman?

Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengirimkan sampel garam rakyat petani Madura ke Jerman dan Singapura dipertanyakan oleh kalangan importir garam. Menurut importir, upaya uji kualitas garam keluar negeri menunjukkan keraguan pemerintah terhadap kredibilitas bangsa sendiri.

"Kenapa Bu Susi harus jauh-jauh mengujinya ke luar negeri? Kenapa tidak percaya bangsa sendiri?" tanya General Manager PT Susanti Megah, Tonny Winarko saat ditemui Tempo di Surabaya, Rabu, 23 September 2015.

Menteri Kelautan & Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) bersama Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto Menteri Kelautan & Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri)

Tonny mengungkapkan, ada dua surveyor independen yang biasa ditunjuk pemerintah dalam memeriksa kualitas garam, baik impor maupun lokal, yakni Sucofindo dan Surveyor Indonesia. "Kalau maunya independen, mustinya mempercayakan kepada surveyor yang diangkat Kementerian Perdagangan dan.Kementerian Perindustrian itu. Mereka mengaudit banyak barang-barang asal luar negeri," tuturnya.

Importir garam industri yang juga memproduksi garam meja beriodium itu juga mempertanyakan berapa biaya yang dikeluarkan untuk uji laboratorium di luar negeri. "Harus dicek itu, berapa biayanya," tutur Tony.

Ia mengingatkan, prinsip standar kualitas garam untuk industri tak hanya mengenai kadar sodium klorida (NaCl). Namun juga kandungan Magnesium (Mg) dan Sulfat (SO4) yang rendah yang mempengaruhi cita rasa. "Kadar NaCl tidak menjamin produk bisa digunakan oleh industri."

Sebagai importir garam industri, pihaknya meminta pemerintah fokus menyelesaikan persoalan infrastruktur pendukung garam rakyat dan peningkatan kualitasnya. "Garam ini salah satu permasalahan negara. Jangan dijadikan ajang politik."

Tempo.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)