Buku Prinsip Kelapa Karya Master Black Belt

Gede Manggala nampaknya salah satu orang muda yang gelisah dengan kondisi sekitarnya. Praktisi continuous improvement itu kerap melihat berbagai masalah yang selalu terjadi berulang-ulang di sekitarnya, termasuk di tempat kerja maupun di kota tempat tinggalnya, Jakarta. Banjir contohnya, karena terlalu rutin, hingga akhirnya banyak warga Jakarta yang memilih bersahabat dengan banjir, ketimbang mencoba mengatasi penyebabnya.  “Orang pintar banyak tapi mengapa tidak bisa memberikan solusi,” ujarnya.

Pemikiran itu akhirnya menggerakkannya untuk menulis buku The Coconut Principles yang mengusung tema creative problem solving. Melalui bukunya itu, pemegang titel Lean Six Sigma Master Black Belt itu mencoba merombak ulang dan “mengunyah” kembali berbagai konsep terapan process improvement yang sulit dipahami menjadi konsep sederhana yang lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam proses bisnis dan kehidupan sehari-hari.

Coconut

Buku The Coconut Principles sejatinya terdiri dari tiga prinsip penting untuk menciptakan solusi yaitu creating value, simplicity is the ultimate sophistication dan collaboration is the key for the solutions. Gede memaparkan, pada dasarnya setiap orang bisa menciptakan solusi di tempat kerjanya. Dan agar bisa bekerja dengan baik maka solusi tersebut harus dibuat sederhana dan juga memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Saya menamakan ketiga prinsip itu sebagai The Coconut Principles. Karena inspirasinya bersumber dari karakteristik pohon kelapa yang penuh manfaat,” ujar Gede di sela-sela acara peluncuran bukunya, Jumat 8 November minggu lalu di Toko Buku Kinokuniya, Sogo, Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

Sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung dan MBA dari Duquesne University Pittsburgh, AS itu mengakui profesinya sebagai konsultan process improvement lean six sigma turut mewarnai konsep dan tools di bukunya. Memang, agar bisa membumikan ketiga prinsip di atas, Gede memberikan tips-tips manajemen tools yang efektif namun tentunya telah disederhanakan olehnya seperti go to gemba, plan do check action, value stream mapping, diagram Sipoc, why tree, goal chunking dan sebagainya. Pemaparan yang ringkas, dengan bahasa yang sederhana ditambah lagi dengan model buku yang berdesain play full warna-warni membuat pembaca relatif cepat menangkap makna yang terkandung.

Selain itu pria yang pernah berkarir sebagai operation engineer, lean six sigma specialist di Caltex dan lean six sigma master black belt, CRM manager serta marketing VP di General Electric itu,  juga melengkapi bukunya dengan berbagai contoh sederhana yang menginspirasi pembaca untuk segera mengaplikasikan isinya. Simak saja berbagai ‘studi kasus’ mengenai gaya blusukan Jokowi, Indonesia Mengajar Anies Baswedan serta trik Dahlan Iskan mencari penyebab mati listrik di Surabaya.

Acara peluncuran The Coconut Principles sendiri merupakan kolaborasi dari sejumlah pihak seperti Indonesia Productivity and Quality Institute (IPQI) dan Kinokuniya Book Store.  IPQI sejatinya merupakan unit bisnis dari Proxsis Group, sebuah group dari beberapa perusahaan dan unit bisnis yang fokus menyediakan layanan bagi manajemen, khususnya bidang: business process management, safety, security, QMS, enviro and energy, ISO certification, IT security, IT governance, risk and compliance, ERP, human resources management and recruiting, SCM, finance, tax, project Management dan professional development. Saat ini Proxsis Group terdiri dari enam perusahaan dan 15 Business Unit. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)