Cara Korea Memasuki Pasar Indonesia

Korea menjadi negara yang sangat aktif memperkenalkan kebudayaanya pada negara-negara lain, salah satunya Indonesia. Keseriusan ini dibuktikan dengan menetapkannya bulan Oktober sebagai bulan Korea di Indonesia. Dalam waktu satu bulan, berbagai organisasi Korea akan mengadakan acara-acara seperti wisata untuk menarik wisawatan Indonesia berkunjung ke Korea.

Cho Tai Young, Duta Besar Korea untuk Indonesia Cho Tai Young, Duta Besar Korea untuk Indonesia

“Pada tahun-tahun terdahulu setiap organisasi mempromosikan Korea pada waktu yang berbeda-beda. Tahun ini akan kami satukan dalam satu bulan. Selain itu, untuk pelaksanan Korea-Indonesia Film Festival (KIFF) juga akan kami lakukan di 6 kota di Indonesia. Kami ingin semakin banyak orang Indonesia yang mengenal kebudayaan Korea,” jelas Cho Tai Young, Duta Besar Korea untuk Indonesia.

Pada tahun-tahun sebelumnya promosi wisata Korea dilakukan oleh Korean Cultural Center (KCC). Tahun ini organisasi lain seperti Korean Tourism Organization (KTO), aT Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation, Korea International Trade Association (KITA), Korea Creative Content Agency (KOCCA), dan Kedutaan Besar Korea.

Di tahun 2015 acara pembukaan acara kebudayaan Korea dikunjungi 100 pengunjung dan selama 3 hari pelaksanaan acara telah didatangi oleh 10.000 pengunjung per hari. Tahun ini, Cho Tai Young belum menentukan target pengunjung mengingat banyaknya penyelenggara di tahun ini. ”Kemungkinan tahun ini diharapkan sama dengan tahun lalu, namun belum bisa dipastikan karena tahun ini penyelenggaranya cukup banyak.”

Selain kebudayaan, pemerintah Korea juga berupaya menjalin hubungan ekonomi dengan Indonesia. Salah satunya adalah melalui Korea Seafood festival yang diselenggrakan KITA di Lottemart Kelapa Gading pada tanggal 30 September 2016. Dalam acara ini akan hadir 12 perusahaan Korea di acara B2B meeting untuk bertemu dengan perusahaan Indonesia, dalam upaya untuk memasuki pasar Indonesia.

Dalam bidang kuliner, aT Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation menggelar K-Food yang berfokus pada produk-produk halal Korea. Nantinya akan ada B2B meetings dengan 20 exhibitors perusahaan makanan Korea dengan menargetkan 40 pembeli dari Indonesia. Strategi ini, dianggap Cho Tai Young mampu menarik perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memasarkan produk makanan Korea di Indonesia.

Melalui pameran ini, peningkatan penjualan tidak hanya terjadi pada industri makanan Korea melainkan juga di industri wisata. Tahun lalu pameran travel Korea di acara kebudayaan Korea mampu terjual 300 paket. Semester pertama tahun 2016, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea naik 37% bila dibandingan year on year dengan tahun lalu.

Oleh karena itu, halal food pun menjadi salah satu fokus utama pemerintah Korea. Meski ia mengaku bahwa negaranya masih banyak ketinggalan mengenai standarisasi halal, namun dalam 2-3 tahun kedepan ia menargetan bahwa produk halal Korea di sektor makanan akan siap menyapa wisatawan muslim.

Selain makanan ekonomi kreatif mejadi salah satu daya tarik terbesar program kebudayaan Korea. Pada tahun ini KCC bekerjasama dengan Ministry of Culture, Sports, and Tourism of Korea akan menyelenggarakan Korean Economy Fair 2016 yang diikuti 58 perusahaan Korea. Mereka akan membawakan K Content yang terdiri dari broadcast, game, animasi, karakter, dan lain lain.

Dalam acara ini akan diadakan program B2B seperti export counseling dan pitching yang menjadi langkah awal Korea untuk ekspansi di bidang ekonomi kreatif. Ini akan menjadi langkah pertama bisnis marketing antara Korea dengan negara-negara di Asia Tenggara.  Cho Tai Young berharap bahwa semua acara yang dilangsungkan akan mampu menarik banyak pengunjung dan pengusaha Indonesia untuk bermitra dengan perusahaan-perusahaan Korea.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)