Ciputra Artpreneur 2018 Dorong Entrepreneurship Generasi Millenial

Untuk mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru dan memajukan perekonomian Indonesia, lembaga Ciputra Artpreneur akan menggelar Artpreneur Talk 2018 pada 14 Februari mendatang di Teater Ciputra Artpreneur.

Rina Ciputra Sastrawinata, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur, menjelaskan, pihaknya memfasilitasi sebuah platform untuk berbagai wawasan dan pengalaman dari para praktisi dan ahli. Tahun ini, Artpreneur Talk 2018 diselenggarakan pertama kalinya sebagai program dari Ciputra Group. Nantinya, diharapkan akan menjadi acara tahunan yang menyediakan konten menarik, mendidik, dan beragam tentang topik terbaru sebagai salah satu bentuk kontribusi perusahaan kepada Indonesia.

Tema yang diusung dalam acara ini 'Converting Millennials Into New Brand Lovers'. Pertimbangan memilih generasi millenial sebagai pokok bahasan lantaran anak muda di rentang usia 18-38 tahun ini menjadi kekuatan potensial Indonesia. Munculnya generasi ini juga membuat pelaku usaha harus memutar otak karena karakteristik generasi ini sangat dinamis. “Kami optimitis tema yang diangkat sangat relevan dan menarik bagi audiens. Bagi kalangan pelaku bisnis dan startup acara ini sangat penting untuk memanfaatkan opportunity dan belajar dari yang ahli,” ujarnya.

Tahun 2015 jumlah millenial di Indonesia ada 84 juta orang berdasarkan data dari Bappenas. Sedangkan jumlah penduduk di Indonesia mencapai 255 juta jiwa. Jadi kalau dipersentasikan, millenials ada sekitar 33% dari penduduk Indonesia. Sementara jika melihat dari usia produktif yang ditentukan oleh pemerintah yakni 16-64 tahun.

Millenias Indonesia ini terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah The Students Millenials yang lahir pada tahun 1993 hingga 2000. Tahun 2015 kelompok ini rata-rata berusia 15-22 tahun. Smartphone sudah masuk di era ini, dan media sosial juga sudah mulai digunakan. Kelompok kedua adalah The Working Millenials yang lahir pada 1987 sampai 1993. Pada tahun 2015 kelompok ini berusia 22 sampai 28 tahun. Kelompok ini mengalami boom media sosial saat masuk SMA. Kelompok ketiga adalah The Family Millenials, yaitu mereka yang sudah mulai berkeluarga atau mulai memikirkan ke arah tersebut. Kelompok ini rata-rata berusia 28-35 tahun pada 2015. Mereka adalah produk era reformasi karena pada tahun 1998 mereka baru saja lulus SMA dan juga mengalami masa transisi dari analog menjadi digital pada masa SMA.

Generasi ini tumbuh dengan adanya kemajuan teknologi, informasi, kebebasan untuk memilih dan lainnya. Generasi ini pula bebas dalam menentukan ingin menjadi seperti apa dia kelak. Tetapi kebebasan di sini maksudnya adalah masih dalam koridor yang positif. Kenapa bisa dikatakan generasi bebas? Karena besarnya peluang yang ada dan perubahan sifat orang tua yang lebih supportif dibanding orang tua sebelumnya.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)