Dari Froyo, Sour Sally Ekspansi ke Bisnis Kopi Fi:ka

(Tengah) Donny Pramono, CEO dan Founder SSG

Selama 11 tahun bergelut di sektor food and beverages (F&B), produk froyo Sour Sally berhasil melahirkan merek-merek lain. Anak pertama Sour Sally Group (SSG) adalah Gulu-gulu, produsen teh keju (cheese tea) yang sempat populer di tahun 2018an. Tidak berhenti di situ, SSG melahirkan anak kedua untuk sektor kopi, Kedai Kafi Fi:ka.

Donny Pramono, CEO dan Founder SSG, memang cepat tanggap menghadapi tren pasar makanan dan minuman yang ada. Tak ayal, kini 200 gerai miliknya tersebar di seluruh Indonesia sebagai hasil dari strategi franchise-nya.

Kendati hadir berdasarkan tren, Donny mengaku produknya punya ciri khas sendiri. Ia mengklaim, Kedai Kafi Fi:ka yang hadir di tengah banyaknya pemain eksisting kopi menawarkan proses pembuatan kopi berbeda. "Kopi kami pertama di Indonesia yang menggunakan Manual Gian Dripper. Proses (pembuatan kopi) butuh satu jam dan kopi bisa bertahan dua hari," katanya.

Varian rasa baru ditawarkan, misalnya Korean Coconut Coffee dan Yogurt Ice Coffee yang dibanderol kisaran Rp 5 - 30 ribuan. "Moto perusahaan kami adalah sesuatu yang lebih baik atau lebih enak saja tidak cukup, kami selal tawarkan yang beda," kata Donny. Hal ini juga diimplementasikan lewat penggunaan warna oranye sebagai tema jenama, berbeda dengan kedai kopi lain yang bernuansa coklat

Ke depan, SSG berencana untuk mendirikan perusahaan investasi untuk mendanai usaha F&B. "Kami ingin bantu perusahaan untuk scaleup dan kembangkan usaha. Misalnya banyak orang suka nasi goreng di suatu tempat, tapi hanya punya satu toko. Kami bantu mereka untuk bisa bangun cabang,"kata Donny.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)