Dewan Energi Nasional Dorong Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati

Dewan Energi Nasional (DEN) menargetkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan mencapai 23% pada tahun 2025. Bauran energi baru dan terbarukan ini diharapkan dapat menghasilkan listrik sebesar 45,0 GW, biofuel 15 juta kilo liter, biomassa 8,3 juta ton dan biogas 489,8 juta M3. Adapun saat ini penggunaan energi secara nasional masih didominasi penggunaan minyak bumi sebesar 43%, sedangkan energi baru dan terbarukan masih 4%.

Menurut Anggota DEN, Achdiat Atmawinata, pemanfaatan sumber energi terbarukan dari jenis bahan bakar nabati diarahkan untuk menggantikan BBM terutama untuk transportasi dan industri. “Langkah yang akan diambil diantaranya menyiapkan roadmap pembangunan infrastruktur bioenergi termasuk skema pendanaan pembangunan pabrik komersial biodiesel dan bioethanol dengan kapasitas masing-masing sebesar 12,9 juta kl/tahun dan 3,4 juta kl/tahun serta pabrik bioavtur sebesar 0,1 juta kl/tahun di tahun 2025,” ujar Achdiat dalam Forum Dialog HIPMI bertajuk Peluang Bisnis Hilir BBM untuk Pengembangan Bahan Bakar Nabati,Jakarta, (11/5).

Selain itu, juga memenuhi target produksi biofuel minimal tahun 2025 sebesar 16,4 juta kl, termasuk untuk pembangkit listrik dengan target pencampuran BBN dan BBM sebesar 30% biodiesel (12,9 juta kl), 20% ethanol (3,4 juta kl) dan 5% bioavtur (0,1 juta kl) sedangkan target produksi biofuel tahun 2050 sebesar 58,9 juta kl.

Menurut Achdiat, potensi crude palm oil (CPO) Indonesia saat ini sebanyak 12 juta hektar yang harusnya dimanfaatkan untuk mendorong penggunaan biodiesel pada masyarakat. “Indonesia merupakan salah satu negara dengan penghasil CPO terbesar di dunia dan dipandang sebagai Arab Saudi-nya untuk biodiesel, di samping Brasil,” katanya.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Togar Sitanggang, menambahkan, penyaluran biodiesel saat ini masih terkonsentrasi pada bahan bakar minyak solar subsidi dengan kapasitas terpasang hingga akhir tahun sekitar 10,5 juta kl dan rata-rata utilisasi kapasitas sebesar 34% untuk solar subsidi atau PSO (public service obligation). (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)