Di Balik Ekspor Keramik Indogress & Decogress Tembus 10 Negara

Menciptakan tren desain keramik diutamakan PT Asri Pancawarna, produsen granit tile merek Indogress dan Decogress, sebagai salah satu pemain industri keramik di Indonesia sejak tahun 2005. Produk-produk inovasinya pun bahkan diminati pelanggan mancanegara.

Saat ini terobosan desain keramik yang diperkenalkan ke pasar adalah berbentuk hexagonal dengan ukuran yang tidak biasa, yakni Modulo Series. “Desain keramik hexagonal saat ini digandrungi para arsitek dan desainer interior,” ujar John Suhanto, Presiden Direktur PT Asri Pancawarna, mengklaim sebagaimana yang ditulis dalam siaran persnya (15/3/2019).

Dalam acara partner gathering di Jakarta, akhir pekan ini , John mengutarakan, Asri Pancawarna memperkenalkan beberapa produk andalan. Sebut saja keramik atau granit ukuran 100X100 cm, produk glazed polish dengan desain eksklusif yang menyerupai marmer alam, tahan gores lebih kuat, sehingga daya tahan lebih baik.

Inovasi lain Asri Pancawarna adalah produsen pertama di Indonesia yang menawarkan produk polished (kilap) dengan aplikasi nano anti bakterial. Produk ini merupakan research advance pengembangan produk anti bakterial dan mendapatkan sertifikasi official. Indogres & Decogres dengan nano anti bakterial, dapat menghentikan pertumbuhan serta efektif membunuh bakteri, cocok untuk diaplikasikan dalam ruang yang membutuhkan tingkat sterilisasi tinggi dan untuk hunian yang lebih sehat.

“Dengan begitu banyak variasi produk, Indogress & Decogress cepat menanggapi berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan ruang hidup dan arsitektur kontemporer yang diinginkan pelanggan. Mulai dari keramik lantai, dinding, interior dan eskterior. Seluruh produk kami telah memenuhi kualifikasi ISO 9001:2015, SNI 13006:2010,Green Label Product,TKDN (asli manufacture Indonesia) dan standar international export TIS (Thailand) serta SIRIM (Brunei/Malaysia),” jelasnya.

Sejumlah proyek bergengsi kekinian pun menggunakan produk Indogres dalam aplikasi lantai dan dinding. Baik itu untuk gedung perkantoran, apartemen, bandar udara, proyek komersial maupun residensial yang digarap beberapa developer ternama. Contoh, Bandara Terminal 3, Soekarno Hatta dan Bandara International Kertajati, Majalengka, proyek-proyek Wijaya Karya (Persero), PP (Persero), Waskita Karya (Persero), Summarecon, Sinar Mas Land, dan lainnya.

“Rata-rata produksi Asri Pancawarna, baik itu produk Indogress (segmen middle up) dan Decogress (segmen middle low) mencapai 500.000 – 60.000 pieces keramik tiap bulan. Kalau penjualannya dipukul rata sekitar 500.000 pieces sebulan,” kata John. Kontribusi penjualan terbesar masih didominasi pasar di Pulau Jawa sekitar 60%.

Di industri keramik nasional, Asri Pancawarna masuk top 3 dengan menguasai pangsa pasar (market share) 30-40%. Hal ini didukung oleh luasnya jaringan distribusi ke pelosok Nusantara.

Untuk produksi, Asri Pancawarna mengandalkan satu pabrik yang berlokasi di Cikampek, Jawa Barat. Sementara bahan baku pembuatan granit dan keramik didatangkan dari Lampung, Bangka Belitung, Jawa Tengah dan Kalimantan. “Jika di satu daerah bahan baku sudah berkurang, maka tim research & development kami akan terus mencari material ke wilayah lain,” ungkapnya.

Sejumlah produk Digitile dari Indogress yang diunggulkan kali ini antara lain Cemento, Concreto, Deserto, Graniti, Lavagna, dan Emprador. Beberapa produk itu tersedia dalam ukuran besar yaitu 60x120 cm. Bagi Indogress dan Decogress, produk keramik tidak sekadar menutup lantai dan dinding, tetapi konsumen memperhatikan juga seni dan unsur keindahan. Hal inilah yang menjadi landasan untuk berinovasi menelurkan produk-produk anyar.

Terkait pasar ekspor, produk Indogress dan Decogress sudah menembus 10 negara, antara lain Jepang, Korea, Thailand, Vietnam, Kamboja, Argentina serta lainnya. “Masing-masing negara memiliki selera konsumen yang berbeda. Di Jepang misalnya, pelanggan lebih menyukai granit outdoor, tidak licin, tekstur kasar atau rock dan pasarnya langsung end user,” John memaparkan.

Hingga akhir tahun 2019, John mematok target penjualan domestik tumbuh 20% dan pasar ekspor naik 10%. Kami optimistis tercapai, karena sejak Januari da Februari 2019, tren penjualan Indogress dan Decogress sudah ada indikasi meningkat 10-20%,” jelas dia.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)