Dorong Pertumbuhan Saintis, Merck Gelar i3L Life Science Award

Merck i3L science award

Dibanding dengan negara Asia Tenggara, jumlah saintis di Indonesia masih jauh tertinggal. Tahun 2015, Indonesia hanya mencetak 0,19% penghargaan sains dari total penghargaan dunia dengan dampak sebesar 18%, di bawah rata-rata dunia.

Padahal, sains dapat membantu Indonesia menyelesaikan berbagai masalah yang saat ini dihadapi, seperti masalah kesehatan, pangan, dan energi. Ketertinggalan ini terjadi tidak hanya dikarenakan oleh investasi, tetapi juga jumlah ilmuwan yang saat ini masih terbatas.

Untuk itu, sebagai perusahaan sains dan teknologi, Merck Indonesia bekerja sama dengan Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L), institusi riset dan pendidikan tinggi life science berkualitas mengadakan Merck-i3L Life Science Award.

Menurut Syahroni, Head of Research and Applied Solutions Commercials Merck Chemicals and Life Scienc, kompetisi ini merupakan sebuah bentuk apresiasi atas kontribusi ilmuwan selama ini, sekaligus untuk menginspirasi lebih banyak ilmuwan Indonesia untuk berkontribusi bagi perkembangan dunia ilmu pengetahuan, terutama life science, demi Indonesia yang lebih baik.

"Untuk kreteria penghargaan terdiri dari kreteria pengembangan produk dan pengetahuan. Yang meliputi bidang kesehatan, pangan/pertanian dan lingkungan. Terbuka untuk ilmuan seluruh Indonesia dari berbagai kalangan," jelas Syahroni pada konfrensi pers Merck i3L Life Sciences Award di Artotel Hotel, Jakarta (13/6).

Kompetisi akan dibuka pada 13 Juni hingga 30 September 2016. Dari peserta yang ikut, nantinya akan keluar dua pemenang sesuai kategori dan diumumkan pada bulan Nopember 2016.

Sementara itu, Amin Subandrio W. Kusumo, Ph.D. Ketua Juri Merck-i3L Life Science Award dan Direktur Eijkman Institute menjelaskan lewat program penghargaan tersebut diharapkan dapat terjadi sinergi dan kolaborasi antar peneliti dan bisa memberikan hasil penelitiannya manfaat yang luas bagi masyarakat.

Amin menjelaskan, dengan kolaborasi antara pihak swasta, akademisi, dan pemangku kepentingan lain, dapat mendukung terciptanya gagasan yang dapat mempengaruhi inovasi dan daya saing.

Untuk mendorong lebih banyak ide, i3L berfokus kepada riset yang berorientasi pada praktik melalui pengembangan sistem triple helix, yaitu sinergi antara akademisi, industri, dan Pemerintah.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)