Efisiensi Energi, PJB Hemat Rp 3,3 Triliun

Ekonomi melaju pesat biasanya diiringi dampak buruk yakni tingginya konsumsi energi. Hasil riset International Energy Agency (IEA) menunjukkan, konsumsi energi akan melonjak 50% pada 2050 mendatang. Pada saat itu, emisi karbon akan semakin mengkhawatirkan. Program efisiensi energi sudah sangat mendesak, terutama untuk perusahaan yang mengonsumsi banyak energi seperti pembangkit listrik.

PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) melakukan banyak inovasi untuk menurunkan kadar emisi yang dihasilkan pembangkitnya. Dengan menurunkan emisi, anak usaha PLN ini bisa menghemat triliunan rupiah per tahun. Pembangkit yang dioperasikan PJB, anak usaha PT PLN (Persero), tersebar di beberapa titik di Pulau Jawa, yakni unit pembangkit Paiton, Cirata, Gresik, Muara Karang, Muara Tawar, dan Brantas. Total kapasitas pembangkit sekitar 6.977 MW.

Dari serangkaian program efisiensi energi, PJB mampu menghemat pengeluaran hingga sekitar Rp 3,3 triliun. Penghematan di Muarakarang mencapai Rp 386 miliar, sementara di Muara Tawar Rp 661 miliar. Adapun, total penghematan di Gresik sebesar Rp 1,3 triliun dan penghematan di Paiton sekitar Rp 1 triliun.

“Kami melakukan efisiensi energi untuk meningkatkan profitabilitas, konservasi energi untuk mengurangi penggunaan energi fosil, menggantinya dengan yang ramah lingkungan, serta melakukan sertifikasi manajer energi dan auditor energi di Kementerian ESDM untuk mengawal proses manajemen energi di masing-masing unit,” kata pejabat pelaksana tugas (Plt) Dirut PJB, Muljo Adji A.G.

Pejabat pelaksana tugas (Plt) Dirut PJB, Muljo Adji A.G. Pejabat pelaksana tugas (Plt) Dirut PJB, Muljo Adji A.G.

Untuk pembangkit di Muara Tawar, lanjut dia, perseroan menggunakan CNG (Compressed Natural Gas) sebagai penampung (storage) gas yang tidak terserap pada saat off peak (pukul 08:00-22:00). Dengan optimasi penyerapan gas, kebutuhan BBM bisa dikurangi. Sehingga, emisi berkurang. Perseroan juga mengubah operasional operasi gas agar lebih efisien, sekaligus menghindari gas tidak terserap. “Ini mengurangi emisi konvensional dan gas rumah kaca sebesar 350 Ton SO2 dan 320 ribu ton CO2 per tahun,” katanya.

Upaya serupa di Paiton, dengan menambah line drain by pass HPH bisa menghemat energi sebesar 242 X 109 Kcal/Tahun, Penambahan sub sistem dynamic classifier mill untuk mengurangi pemakaian energy sebesar 13 X 109 Kcal/Tahun. Untuk pembangkit di Muara Karang, PJB menggunakan Floating Storage and Regasifivation Unit- FSRU yang dapat menekan biaya penggunaan bahan bakar sebesar Rp 6,853 miliar per tahun.

Untuk pembangkit di Gresik, PJB memasang gas burner pada PLTU 1-2. Hasilnya, penggunaan BBM turun 145.233.070.518,06 Kcal/Tahun, penggunaan BBM lebih efisien, memudahkan pengoperasian pembangkit serta mengurangi kandungan emisi yang dikeluarkan pembangkit. Implementasi Program Gasifikasi (konversi BBM ke BBG) mampu meningkatkan kapasitas produksi UP Gresik.

Sementara di Cirata, adanya pemindahan supply untuk penerangan gedung dan Switchyard dari PLTS 1 MW dan penggantian lampu TL dengan LED mampu menurunkan penggunaan energi. Dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan akan mengurangi biaya listrik, penghematan biaya pemeliharaan serta lebih ramah lingkungan.

“Untuk Program Efisiensi Muara karang, PJB dalam Operation & Maintenance pembangkitnya selalu berusaha menjaga agar performance tetap baik meskipun usia pembangkit telah lebih dari umur ekonomisnya (20 tahun),” katanya. (Reportase: Sri Niken Handayani)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)