Empat Platform SaaS untuk UMKM Berintegrasi Jadi Mekari

(kiri ke kanan)Anthony Kosasih, COO Mekari; Suwandi Soh, CEO; dan Daniel Wit, CPO saat konferensi pers di Jakarta (10/9/2019).

UKM menjadi sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Pasalnya, menurut data BPS tahun 2017, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar RP 850 triliun atau 64 persen.

Angka ini akan meningkat bila didukung oleh teknologi yang memadai. Penelitian Deloitte dan McKinsey menemukan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat memicu perkembangan bisnis 2 kali lebih cepat, hingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan negara sebesar 2 persen.

Namun, tidak banyak UMKM yang sudah melek teknologi dalam menjalankan bisnisnya, bahkan di era disrupsi ini. Kementerian Kominfo menyatakan bahwa UMKM yang sudah menggunakan teknologi digital baru 6,5 juta saja, dari total 59,2 juta pelaku yang ada. Pun data Delloite menunjukkan bahwa hanya 9 persen UMKM yang melek digital.

Penyebabnya tak lain adalah sulitnya akses para UKM terhadap teknologi akibat sumber daya yang terbatas. Kemudian, hadir 3 perusahaan rintisan yang berusaha memecahkan masalah tersebut; menawarkan produk teknologi murah. Mereka dalah Sleekr, Talenta, dan Jurnal, platform Software as a Service (SaaS) yang menawarkan solusi teknologi untuk internal perusahaan (penggajian dan pengaturan keuangan).

“Sleekr merupakan platform yang mensimplifikasi pengelolaan HR, sementara Talenta lebih kompleks dan advance. Skalanya lebih besar dengan kompeksitas payroll tinggi. Jurnal merupakan cloud accounting. Selain itu, kami juga baru meluncurkan Klikpajak yang merupakan inline tax platform yang sudah dilisensi oleh Direktorat Jenderal Pajak,” ungkap Suwandi Soh, CEO Mekari di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Kesamaan latar belakang tersebut mendorong ketiganya untuk berintegrasi menjadi satu platform bernama Mekari. Suwandi menyampaikan bahwa penamaan itu berasal dari kata mekar. Maksudnya, Mekari punya tujuan untuk membuat klien UKM-nya berkembang dan mekar.

Suwandi menekankan bahwa Mekari sedang dalam proses untuk mengintegrasikan keempat platform ini. Setelah itu, ia berencana untuk membangun kesadaran digital bagi pangsa pasarnya. Salah satu langkahnya adalah dengan mengadakan Mekari Conference yang akan dihadiri oleh 2 ribu pelaku UKM.

“SaaS merupakan industri yang masih baru dan awareness terhadap kategori ini masih tahap awal. Potensi ke depannya masih sangat besar. Seperti di negara maju, buuh beberapa tahun supaya market terbentuk signifikan. Untuk bidang kami, tuntutan untuk lebih comply dan efisien akan mendorong pasar. Nanti akan ada satu titik poin sehingga demand membesar,” jelas Suwandi.

Lantas, bagaimana proses UKM mengenal digitalisasi? Menurut Suwandi, awalnya, UKM masuk digital dengan tujuan agar bisa berjualan online dan mengakses digital marketing. Pada tahap kedua, mereka akan merasa teknologi sangat membantu kemajuan bisnis hingga memiliki keinginan melakukan digitalisasi untuk back office.

Saat ini, Mekari memiliki 360 karyawan yang merupakan hasil gabungan ketiga perusahaan sebelumnya. Untuk jasa HR, perusahaan menawarkan harga Rp 20 ribu per karyawan per bulan untuk jasa akunting sebesar Rp 200 ribu per perusahaan per bulan.

Dengan integrasi ini, Mekari menargetkan akan tumbuh 4 kali seperti layaknya tahun lalu. Suwandi mengaku, investasi terbesar Mekari ada pada sektor research and development karena targetnya, dalam waktu dekat akan meluncurkan 1-2 fitur baru.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)