Fesyen Muslim, RI Punya Segalanya

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Wajar, kalau pemerintahnya yakin RI bisa menjadi pusat busana muslim terbesar di dunia pada 2020 mendatang. Ini juga diamini Diajeng Lestari, CEO HijUp.com. Kuncinya, kita harus konsisten untuk menjadikan brand asli Indonesia untuk maju dan bisa bersaing di kancah global.

“Dari sisi fesyen, kita punya segalanya. Dari desainernya, manufaktur, pasarnya. Tinggal bagaimana kita mensinkronkan semuanya sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya.

Hijup

Ajeng tak hanya asal bicara. Semuanya mengacu pada pengalamannya merintis usaha toko busana muslim online di Indonesia, yakni HijUp.com. Istri Achmad Zaky, pendiri Bukalapak.com ini, sudah memiliki passion di dunia bisnis sejak kecil.

Sang ibunda tercinta kerap membawanya pergi berjualan kue dari satu bazar ke bazar lainnya. Beragam usaha pernah dicoba lulusan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Indonesia tahun 2008 ini. Mulai dari berjualan kue, menjadi guru les privat, berjualan pulsa, dan lainnya.

Setelah menikah dengan Zaky, keinginannya untuk berbisnis kian tak terkendali. Ia ingin menggali bakat dan potensi bisnisnya bersama sang suami yang lebih dulu terjun ke dunia bisnis. Ajeng pun akhirnya mantap mendirikan HijUp.com

Pilihannya tidak salah. Bisnisnya maju pesat. Dari hanya punya 14 desainer, ia kini memiliki sekitar 200 desainer. Ada nama-nama kondang di sana, seperti Dian Pelangi, Zaskia Sungkar, Jenahara, Restu Anggraini, dan lainnya. Dulu karyawannya hanya dua orang, itupun masih dari kerabat dekat, kini karyawannya sudah mencapai 120 orang.

“Yang pasti, dari awal kami launching, hingga saat ini, kenaikan 5 kali lipat setiap tahunnya. Jadi, pertumbuhannya masih bagus dalam 5 tahun terakhir,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam bisnis fesyen adalah tren. Untuk menjaga momentum dari sebuah tren, diperlukan banyak trik khusus. Kunci sukses untuk menjadi pemimpin pasar di bidang fesyen yang terutama adalah menjaga branding agar tidak tergerus dengan merek-merek dari luar negeri yang terus mengalir deras ke Indonesia.

“Jadi, harus hati-hati dari hulu ke hilirnya. Dari mulai produknya harus bagus, treatment juga harus bagus, menjaga tren dan momentumnya, sampai ke branding. Caranya, selalu merekrut orang yang passion-nya sama,” katanya.

Sebagai seorang ibu dari Laiqa Anzani yang baru berusia 2,5 tahun, Ajeng mengakui tantangan terbesarnya saat ini adalah bagaimana membagi waktu antara bisnis dan keluarga. Ia bersyukur memiliki suami seperti Zaky yang pastinya mengerti kesibukannya.

Ia memilih mengoptimalkan pekerjaan dengan gawai yang dimiliki. Sehingga, komunikasi dengan tim di HijUp.com dan keluarga akan jauh lebih efektif. Ia yakin semua masalah akan menemui solusi asal dijalani dengan enjoy karena memang memiliki passion yang tinggi.

“Tidak ada yang ideal di dunia ini. Kami berdua saling support karena memang dari awal punya visi yang sama, yakni menjadi manusia yang bermanfaat untuk banyak orang. Kami berdua sering sharing, terutama saat terjebak macet berjam-jam saat pulang kantor,” katanya. (Reportase: Sri Niken Handayani)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)