Gilbert D. Naibaho Mengawal Digitalisasi Lippo General

Presiden Joko Widodo mengemukakan, digitalisasi adalah sebuah keniscayaan untuk mengelola Indonesia dengan penduduk sekitar 252 juta jiwa. Ini juga yang tengah fokus digarap Direktur Operasional Lippo General Insurance, Gilbert Dedy Naibaho. “Digitalisasi akan meningkatkan daya saing dan membuat perusahaan mampu mengembangkan daya bisnis,” katanya.

Peraih gelar Master bidang Manajemen dari Universitas Pelita Harapan ini harus memastikan operasional perusahaan, seperti klaim, customer service, rujukan ke rumah sakit, dan bengkel semuanya berjalan baik. Proses admistrasi pun tengah dipindahkan ke digital agar seluruh pekerjaan lebih efisien dan cepat.

Gilbert yakin strategi operasional berbasis digital ini akan lebih berkembang dalam lima tahun ke depan. Pasar digital akan meningkat 3-4 kali lipat. Apalagi di era pasar bebas ASEAN. Harapannya, Lippo General Insurance bisa berbicara banyak di tingkat regional.

“Saya sharing dulu visi dan misi kepada karyawan agar proyek ini bisa dikerjakan bersama-sama. Hingga pada 2015, kami mampu mengubah signifikan kualitas layanan dengan over head cost yang sama,” katanya.

Gibert Deddy Lippo2 Direktur Operasional Lippo General Insurance, Gilbert Dedy Naibaho.

Sarjana Matematika Institut Teknologi Bandung ini mengawali karier dengan mengikuti Management Development Programme di Lippo General Insurance. Selulus dari sana, kariernya melesat bak meteor. Ia diberi amanah memimpin kantor cabang Bandung, Medan, dan Wilayah Sumatera, sebelum didapuk menjadi Direktur Operasional.

Menurut dia, tantangan terbesar digitalisasi di Lippo General Insurance adalah mengubah pola pikir, spirit, dan etos kerja karyawan lama yang telah terbiasa dengan layanan nondigital. Dari eksternal, masih banyak nasabah yang belum terbiasa dengan layanan berbasis digital.

“Semua KPI naik 2x lebih cepat. Dari 10 hari kerja menjadi 5 hari kerja. Untuk asuransi mobil, hanya 1 hari langsung dikerjakan. Pembayaran ke mitra kerja kini hanya hitungan hari. Saat ini, kami sedang meningkatkan kerja secara digital,” katanya.

Gilbert punya beragam cara untuk meningkatkan performa kerja. Ia mesti proaktif dengan segala cara. Salah satunya adalah merangsang karyawan untuk terus bersemangat menambah ilmu lewat penyediaan jurnal asuransi. Pelatihan karyawan juga rutin dilakukan baik di dalam maupun luar negeri.

Dengan begitu, kemampuan mereka terus berkembang dan mampu memberi kontribusi lebih besar untuk kinerja perusahaan. Kekuatan perusahaan asuransi terletak di sumber daya manusia. Kualitas layanan ditingkatkan dengan membangun kualitas sumber daya manusianya. “Saya juga sedang mengambil sertifikasi ahli asuransi karena baru ajun ahli. Akhir tahun ini mungkin selesai,” ujarnya.

Saat ini, kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dengan asuransi masih rendah. Untuk itulah diperlukan agen-agen asuransi yang gigih memasarkan. Orang yang datang ke kantor untuk membeli asuransi masih bisa dihitung dengan jari. Otoritas Jasa Keuangan terus membantu dengan melakukan literasi.

“Kalau kesadarannya kurang, pasar akhirnya mencari premi yang paling murah. Padahal, harga murah, belum tentu servisnya bagus. Edukasi masyarakat tidak bisa parsial. Kami membutuhkan uluran tangan banyak pihak,” ujar Gilbert. (Reportase: Rizky C. Septania)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)