Golden Agri-Resources Targetkan Pemetaan 100% Seluruh Perkebunan Sawit

Golden Agri-Resources (GAR) mengumumkan rencana berjangka untuk mencapai 100% kemamputelusuran (tracerability) hingga ke perkebunan untuk semua sumber minyak sawit  yang dibeli dan diprosesnya hingga tahun 2020. Upaya ini melanjutkan pemetaan GAR atas seluruh rantai pasokannya hingga ke 489 pabrik kelapa sawitnya awal tahun ini.

Golden Agri Resources Ltd (sumber: businesstimes.com.sg) Golden Agri Resources Ltd (sumber: businesstimes.com.sg)

“Kami memelopori komitmen dalam memutus keterkaitan antara produksi minyak kelapa sawit dengan deforestasi pada tahun 2011 dan berharap bahwa kami saat ini dapat memberikan contoh baru tentang bagaimana upaya untuk meningkatkan keterlibatan, produktivitas, dan praktek keberlanjutan di industri kelapa sawit, "kata Agus Purnomo, Managing Director for Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement GAR.

Usaha ini tidak akan mudah atau sederhana, dan akan memerlukan keterlibatan ribuan petani, tetapi dengan dukungan   seluruh mitra kami,  GAR  menetapkan tujuan untuk mewujudkan target kami hingga tahun 2020/

Rencana GAR terdiri dari dua tahap. Pertama akan membangun kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk 44 pabrik yang dimilikinya sendiri yang menyumbang sekitar 40 persen dari total produksi minyak kelapa sawitnya. Upaya ini akan mencakup  penelusuran tandan buah segar (TBS) yang dibeli pabrik-pabrik tersebut dari para pedagang independen dan petani swadaya yang menyumbang 10 persen dari pasokan ke pabrik GAR. Selebihnya atau 90 persen dari pasokan TBS berasal dari sumber yang telah diketahui, seperti perkebunan milik GAR dan petani plasma. GAR menargetkan untuk menyelesaikan tahap ini hingga akhir tahun 2017.

Tahap kedua yang akan berjalan bersamaan, adalah mewujudkan kemamputelusuran hingga ke perkebunan untuk pabrik-pabrik pihak ketiga yang menjadi pemasok GAR. Proses ini diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2020.

GAR akan memulai tahap uji coba yang melibatkan pabrik milik GAR dan pabrik pihak ketiga dan akan menggunakan hasil uji coba ini untuk direplikasi di pabrik lainnya. Program ini akan fokus pada penelusuran petani baik secara langsung maupun melalui perantara dengan verifikasi dan dokumentasi rantai pengawasan. Proses membangun keterlibatan seperti ini diharapkan dapat membantu untuk mengidentifikasi para pemasok yang paling membutuhkan dukungan untuk memperkuat praktek-praktek sosial dan lingkungan mereka.

“Kami menyadari tantangan dalam melaksanakan kegiatan ini, namun sebagai pelaku usaha, kami menyadari manfaat jangka panjang yang dapat  diraih dari program membangun kemamputelusuran  yang kami laksanakan saat ini. Kami dapat memenuhi permintaan pelanggan atas produk-produk yang dapat ditelusuri hingga ke sumber asalnya, dan pada saat yang sama dapat berkontribusi untuk membangun industri kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dengan mengetahui dan menjangkau setiap petani binaan kami agar dapat memberikan  dukungaan untuk mengadopsi praktek-praktek berkebun yang lebih baik,” ungkap Hendrikus Nauli, Direktur PT Sugih Riest Jaya, salah satu pemasok pihak ketiga GAR.

Adapun saat ini lahan perkebunan kelapa sawit milik GAR seluas lebih dari 480 ribu hektar di Indonesia, termasuk petani plasma. Perusahaan menjalankan operasi dengan berfokus pada produksi minyak kelapa sawit dan lemak nabati dari kelapa sawit. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)