Raih SRI-Kehati Award 2016, Ini 3 Fokus Unilever

SRI-Kehati Award 2016 adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) kepada tiga perusahaan publik di Indonesia yang dinilai paling ramah lingkungan.

Berdasarkan pilihan Dewan Juri Indonesia Green Companies Award 2016, ketiga perusahaan itu adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Unilever Indonesia Tbk (Unilever Indonesia).

Sinta Kaniawati1 GM Sinta Kaniawati, General Manager Yayasan Unilever Indonesia

Sinta Kaniawati, General Manager Yayasan Unilever Indonesia mengatakan, perseroan memiliki kerangka kerja strategis, yakni Unilever Sustainability Living Plan (USLP) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di negara-negara tempat beroperasi.

Tak hanya melipatgandakan pertumbuhan bisnis pada 2020 mendatang, di saat bersamaan juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Nah, USLP ini memiliki fokus pada 3 bidang, yaitu kebersihan, kelestarian lingkungan, dan bahan baku dari sumber yang lestari, termasuk pemberdayaan petani.

Menurut dia, perseroan berusaha meningkatkan derajat kebersihan, kesehatan, dan nutrisi bagi masyarakat. Selanjutnya, dampak negatif terhadap lingkungan terus dikurangi. Misalnya, dengan mengurangi penggunaan air, mengurangi emisi, dan juga limbah. Tak kalah penting, perseroan juga berusaha mendapatkan bahan baku dari sumber yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kami melakukannya secara bertahap. Nanti pada 2020 mendatang, target kami bahan baku sudah dari sumber yang berkelanjutan. Kami sudah mengidentifikasi semua produsen bahan baku, bagaimana cara produksinya, kemudian mata rantainya,” kata dia.

Upaya meningkatkan derajat kesehatan contohnya adalah kampanye cuci tangan dengan sabun. Targetnya adalah 70 juta masyarakat yang berpartisipasi. Harapannya, angka kematian balita yang masih cukup tinggi bisa dikurangi. Cuci tangan bisa mengurangi risiko balita terkena diare. Solusinya sederhana, yakni cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Kampanye itu juga menjadi misi sosial sabun mandi Lifebuoy. Masyarakat akhirnya memiliki solusi tepat untuk mencegah penyakit menular. Cuci tangan pun perlahan mulai menjadi budaya dalam masyarakat. Komitmen untuk memberdayakan masyarakat inilah yang terus dipegang teguh Yayasan Unilever Indonesia.

“Kami menjadi katalisator apa yang ada dalam bisnis perusahaan dengan apa yang menjadi kebutuhan di masyarakat,” katanya. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)