Gulaku Luncurkan Kampanye Jajanan Manis

Gula kemasan bermerek Gulaku keluaran Sugar Group Companies (SGC) seperti kita tahu, sejak awal diluncurkan, lebih dikenal sebagai merek gula kelas menengah atas. Agaknya brand image Gulaku yang terlanjur terbangun dengan posisi kelas A dan B tersebut, ingin diubah SGC tahun ini bahwa Gulaku untuk semua kalangan.

Untuk itu , mulai tahun ini SGC meluncurkan kampanye Jajanan Manis Bersama Gulaku. Kampanye ini selain membangun kesadaran melestarikan jajanan manis tradisional khas Indonesia, juga dalam rangka membangun awareness produk yang telah hadir 10 tahun lebih ini sebagai Gula Rakyat.

Gulaku

Kampanye ini diluncurkan mulai bulan Mei hingga Agustus 2016 dengan mengambil wilayah awal Jabodetabek. “Kami akan lanjutkan ke wilayah lain di seluruh Indonesia juga,” ujar Fiter Cahyono, Corporate Communications SGC. Dalam kampanye ini, ada dua program yang dijalankan, pertama Grebek Pasar. Program Grebek Pasar merupakan dukungan Gulaku pada program Pemerintah yaitu “Gerakan Ayo Kembali ke Pasar Tradisional”. Dalam program ini, tim Gulaku keliling pasar tradisional di Jabodetabek, acaranya selain mengadakan menggelar hiburan  di pasar tradisional yang dikunjungi, juga diadakan demo masak memperkenalkan segala macam jajanan manis tradisional khas Indonesia.

“Gulaku ini dipersepsikan selama ini merek gula untuk kelas A dan B, kami ingin dengan program Grebek Pasar ini, masyarakat lebih paham harga Gulaku tidak terlalu beda jauh bahkan sama dengan harga gula curah, dan dengan kampanye ini masyarakat mau memilih produk gula lokal yang berkualitas,” imbuh Louisa Halim, GM Commercial SGC.

Menurut Louisa, program Grebek Pasar juga merupakan upaya dukungan SGC terhadap mitra mereka di pasar tradisional. Jadi selama program tersebut berjalan, pihaknya tidak membawa stok gula sama sekali, jadi untuk selling out pada Grebek Pasar tersebut, Gulaku yang dijual adalah stok milik pedagang pasar yang dikunjungi. “Tapi kami buat paket-paket yang menarik, yang tidak dijual di dalam pasar agar konsumen mau membeli. Kami juga sambil memperkenalkan ragam produk lainnya selain Gulaku Biasa, ada Gulaku Premium, Sugar Stick dan Gulaku Pouch,” jelasnya.

Program kedua adalah kegiatan berbasis komunitas. Dalam kampanye Jajanan Manis Bersama Gulaku ini, SGC juga turun ke komunitas ibu-ibu PKK, karena ibu adalah pengambil keputusan utama dalam keluarga. “Memang kampanye memperkenalkan jajanan tradisional bukan hal baru, merek produk lain pun ada yang mengusung. Bedanya, kami ini langsung ke bawah, langsung berinteraksi dalam small group tapi ke banyak lokasi seperti yang kami lakukan saat ini di Kantor Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur. Kami mengajak ibu-ibu PKK di kelurahan ini mengenal lebih dekat dan cara membuat kue Amparan Tatakan Pisang dari Kalimantan,” jelas Fiter.

Dalam kampanye ini, ada 12 pasar yang didatangi untuk Grebek Pasar, dan 16 PKK Kelurahan dengan acara demo masak bersama Chef Yenny. Bukan sekadar demo masak, dalam program pendekatan komunitas ibu-ibu itu, Chef Yenny mengajak ibu-ibu masak panganan manis tradisional Indonesia yang hampir punah dengan gula berkualitas dan bahan mudah. Di sini juga disampaikan, 25 resep makanan manis yang diperkenalkan dalam kampanye ini bisa dilihat lagi oleh para ibu melalui website www.resepgulaku.com.

Menurut Fiter saat ini distribusi penjualan Gulaku, masih seimbang antara general trade (pasar tradisional) dan modern trade. “Tapi potensi general trade sangat besar terlebih ada dukungan kampanye Ayo Kembali ke Pasar Tradisional oleh Pemerintah kita saat ini,” tambahnya. Sejumlah pasar yang dikunjungi dalam kampanye ini adalah Pasar Lenteng Agung, Pasar Ciracas, Pasar Embrio, dan Pasar Musi, juga beberapa kelurahan di sekitar pasar. Dalam kampanye ini, SGC juga melakukan upaya perluasan distribusi channel Gulaku. Sayang Fiter mengelak menyebut berapa SGC menyiapkan dana untuk kampanye ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)