HUT ke-22, Morula IVF Siap Hadapi New Normal

Tahun ini Morula IVF Indonesia genap memasuki usia ke-22 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Morula telah mencatatkan beberapa pencapaian. Bagian dari grup kesehatan Bundamedik Healthcare System (BMHS) ini telah melayani lebih dari 55.000 pasien, dengan melakukan pelayanan IVF sebanyak 22.000 siklus atau 48% market share di Indonesia.

Morula IVF Indonesia juga telah melakukan berbagai penyesuaian termasuk keamanan protokol medis dan layanan kepada pasien untuk kondisi menghadapi kenormalan baru (new normal) yang akan datang. Penyesuaian tersebut salah satunya menambahkan tahapan health screening untuk memastikan premises Morula IVF terlindungi, aman, dan nyaman untuk pasien.

"Di kuartal kedua ini dimana kita dihadapkan dengan pandemi Covid-19, memang menjadi PR kita untuk meyakinkan pasien bahwa pelayanan kami tetap aman. Sehingga tidak ada kekhawatiran lagi bagi pasien yang akan menjalani program bayi tabung terutama bagi wanita yang usianya sudah diujung untuk mempunyai keturunan," ujar Presiden Direktur PT Morula Indonesia, Ivan Sini dalam konferensi pers virtual, Senin (08/06/2020).

Ivan memastikan protokol keamanan tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan, seperti penggunaan APD sesuai standar untuk tim dokter dan perawat saat melayani pasien, melakukan desinfektan rutin terhadap semua fasilitas, pengaturan tempat duduk, menyediakan masker dan hand sanitizer bagi pasien dan tenaga medis, serta tak lupa pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun.

Morula juga menyederhanakan prosedur pelayanan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) dan layanan Home-Service, misalnya dengan menggunakan mekanisme drop-off untuk pelayanan analisa sperma suami atau mengurangi frekuensi kunjungan pasien ke klinik selama program TRB berjalan.

"Kami bekerja sama dengan Laboratorium Klinik & Genomics Diagnos telah mengembangkan pelayanan Home Service bagi para pasien yang menghendaki, sehingga kenyamanan pasien semakin meningkat," kata Ivan.

Ivan melanjutkan, pihaknya juga telah melakukan beberapa terobosan baru diantaranya peluncuran contact center 150-IVF MIA (Morula IVF Assistant). Dengan MIA, masyarakat bisa mencari tahu mengenai fertility, infertility dan penanganannya, serta dapat melakukan jadwal booking konsultasi dengan dokter-dokter ahli TRB di seluruh klinik Morula IVF Indonesia.

"Website Morula IVF Indonesia pun telah ditingkatkan lagi menjadi lebih segar, user friendly dan lebih mudah dalam mengakses informasi berupa berita, artikel, kegiatan yang ada di dalam Morula IVF maupun mengatur jadwal konsultasi dengan dokter-dokter Morula," tambah Ivan.

Banyaknya pasien yang memilih melakukan pelayanan TRB secara lebih personal (private) dengan pelayanan yang menyeluruh, dan penggunaan teknologi terkini, membuat Morula Indonesia meluncurkan inovasi terbaru berupa pelayanan VIP Signature & VIP Infinite.

Dalam paket ini pasien diberikan benefit meliputi akses konsultasi jalur khusus yang private, customized yang diklaim sangat cepat tanpa antri, dilengkapi dengan personal assistance di klinik Morula, teknologi terkini dalam bidang TRB seperti PGT-A, ICSI, IMSI, ERA dan Time-Lapse (VIP) Incubator, dan dilengkapi dengan holistic treatment berupa layanan Morula Food, serta pasien dapat menikmati layanan konsultasi psikolog dan layanan akupunktur khusus untuk fertility.

Teknologi VIP Incubator dapat mengoptimalisasi pertumbuhan embrio dan menghasilkan embrio berkualitas baik serta menyeleksi embrio.

Kondisi kenormalan baru juga tidak menghalagi Morula untuk berperan aktif memberikan informasi terbaru kepada masyarakat luas seputar fertility dan penanganannya serta teknologi terbaru yang digunakan dalam meningkatkan keberhasilan program bayi tabung. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui seminar-seminar online yang dilakukan secara rutin, dengan pembicara para ahli TRB meliputi dokter kandungan khusus fertility, tim embriolog, psikolog, dokter Androlog, public figure dan tenaga ahli lainnya.

Berbagai inovasi ini, ujar Ivan, diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan bayi tabung di Tanah Air. Seperti diketahui, setiap tahunnya ada lebih dari 4.000 pasangan asal Indonesia yang melakukan program TRB di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Australia.

Data Oliver Wymann pada 2018 menunjukkan, Indonesia mengeluarkan US$ 48 miliar atau sekitar Rp 700 triliun dalam setahun untuk medical tourism. Uang itu mengalir ke luar negeri karena keraguan masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan di Indonesia baik dari sisi kualitas maupun keamanannya.

Dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dinilai Ivan dapat membentuk terciptanya domestikasi market. Oleh karena itu, saat ini merupakan kesempatan Morula untuk membangun medical tourism Indonesia lebih besar lagi.

Menurut Ivan, semenjak pandemi Covid-19 memang terjadi penurunan pasien. Namun, dalam beberapa minggu terakhir Morula mengalami peningkatan 20% pasien yang ingin mendapatkan layanan bayi tabung.

"Kami siap untuk bersaing dalam melayani keluarga Indonesia yang ingin menjalani program TRB di luar negeri tersebut, dengan teknologi terbaru dan tingkat keberhasilan yang sama, biaya yang lebih kompetitif serta pastinya dengan tingkat kenyamanan yang lebih baik bagi pasien," tegasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)