IFEX Targetkan Transaksi US$ 350 Juta  

Indonesia International Furniture Expo (Ifex) 2016 digelar pada 11-14 April 2014 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Pameran bertema “The Essence of Infinite Innovation” itu ditargetkan dapat menarik 10 ribu pengunjung dengan jumlah transaksi on the spot US$ 350 juta.

Selain itu, Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI), sebagai penyelenggara, menargetkan transaksi lanjutan setelah acara ini. "Kami juga menargetkan transaksi follow up senilai US$ 1 miliar," kata Ketua Umum AMKRI Rudi Halim saat dihubungi, Sabtu, 12 Maret 2016.

Tahun lalu, pameran produk mebel dan kerajinan Indonesia berskala internasional ini dikunjungi 8.595 orang dengan transaksi on the spot US$ 270 juta dan transaksi follow up US$ 700 juta.

Industri furnitur memiliki peran penting bagi perkembangan ekonomi nasional mengingat nilai transaksi perdagangan sektor ini cukup besar. Pada 2015, nilai ekspor mebel Indonesia tercatat US$ 1,902 miliar atau meningkat 1,3 persen dibanding pada 2014.

Rudi menyebutkan peluang meningkatkan pasar mebel dan kerajinan Indonesia di pasar dunia masih cukup besar. "Pasar dunia mebel saat ini mencapai sekitar US$ 141 miliar. Indonesia baru berkontribusi sekitar US$ 2 miliar, sedangkan Vietnam sekitar US$ 6,8 miliar,” tuturnya.

Kementerian Perindustrian mencatat nilai ekspor furnitur kayu dan rotan terus menanjak. Sementara pada 2012 nilainya sekitar US$ 1,4 miliar, pada 2013 mengalami peningkatan menjadi US$ 1,8 miliar.

Sedangkan sepanjang 2014, nilai ekspor furnitur kayu dan rotan nasional mencapai US$ 2,2 miliar. Tren positif ini mendorong optimisme tercapainya nilai ekspor furnitur kayu dan rotan olahan dalam lima tahun ke depan mencapai US$ 5 miliar.
Tempo.co

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)