IGIS 2014 Dorong Percepatan Pengembangan Infrastruktur Berwawasan Lingkungan di Indonesia

Wakil Ketua Umum Kadin, Bidang Infrastruktur, Rachmat Gobel, mengatakan bahwa infrastruktur menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial. Peningkatan percepatan infrastruktur satu persen mampu mendorong peningkatan PDB sebesar satu persen. “Sebagai contoh di sektor pangan, infrastruktur penghubung antar desa atau kabupaten merupakan aspek penting dalam meningkatkan efisiensi pada jalur distribusi ke pasar sehingga memiliki daya saing” jelas Rachmat.

Infrastru Pembangunan Infrastruktur di Indonesia lambat

Hal tersebut disampaikan Rachmat, di sela acara Indonesia Greean Infrastructure Summit (IGIS) 2014, 29/4 di Jakarta. Lebih jauh Rachmat memaparkan, ada 4 aspek infrastruktur yang penting dalam pembangunan ekonomi. Pertama, jaringan penghubung (darat, laut dan udara), kedua, energi yakni pembangkit listrik, ketiga, telekomunikasi, keempat air minum dan sanitasi. Menurut Rachmat, saat ini kondisi keempat aspek tersebut masih tertinggal apabila dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.

Lambatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia terbukti dengan buruknya ruas jalan penghubung antarkota, minimnya pelabuhan samudra juga pelabuhan udara yang tidak mampu mengantisipasi jumlah penerbangan yang terus meningkat.

Selain itu, di bidang telekomunikasi, Indonesia masih berada di peringkat 188, lebih rendah dengan negara berkembang lainnya, dengan kecepatan akses internet 1,5 Mbps, sedangkan Korea Selatan saat ini berada diperingkat pertama dengan kecepatan akses diseluruh negaranya mencapai 21,9 Mbps. Persoalan lainnya yakni, mimimnya fasilitas air minum dan sanitasi, baik di kota maupun desa. Terakhir, adalah masalah defisit ketersediaan listrik dikarenakan proyek nasional 2x10,000 MW belum tercapai.

Sehingga menurut Rachmat, melalui IGIS 2014 ini, diharapkan akan dihasilkan kesepakatan bersama untuk antara pengusaha dan pemerintah untuk membangun infrastruktur yang berwawasan lingkungan. “ Jadi tujuannya adalah menciptakan produktivitas, efisiensi dan kualitas hidup masyarakat Indonesia yang lebih baik di masa depan. Jadi bukan sekedar bangun jalan, tetapi dalam arti yang lebih luas, yaitu bangsa ini juga kelak bisa meningkatkan daya saingnya” jelas Rachmat.

Rachmat Gobel Rachmat Gobel

Sedangkan, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Lingkungan Hidup, Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelamjutan, Shinta W.Kamdani, mengatakan percepatan pembangunan ini penting diarahkan pada kebijakan yang berjangka panjang dan berkelanjutan. Hal tersebut dikarenakan tidak semua ketersediaan sumber daya alam tersedia selamanya. Jumlah populasi masyarakat yang terus meningkat, keterbatasan lahan yang semakin menurun, belum lagi hal-hal yang memicu damapak perubahan iklim yang semakin nyata denagn kenaikan suhu dan efek rumah kaca yang semakin nyata dan sedang kita alami. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)