IICG : Perlu Manajemen Perubahan dalam Kerangka GCG

The Indonesia Intitute For Corporate Governance (IICG) dan Majalah SWA akan kembali menggelar pemilihan 'The Most Trusted Companies' 2018. Menjelang pembukaan pendaftaran dan penjurian, IICG membukanya dengan pemantapan pemahaman bagi calon peserta mengenai manajemen perubahan dalam kerangka GCG.

Chairman IICG, Gendut Suprayitno memaparkannya ke 34 perwakilan perusahaan calon peserta ajang tersebut. Kenapa tema tahun ini “Manajemen Perubahan dalam Kerangka GCG”? Apa relevansinya dengan kondisi ekbis di Indonesia saat ini?. Menurut Suprayitno, relevansinya karena situasi yang terus berubah, mulai dari geopolitik, geoekonomi, geostrategic dan lainnya. “Perusahaan memang harus selalu terus berubah, karena perubahan adalah keniscayaan. Yang kekal abadi adalah perubahaan itu sendiri,” jelasnya.

Pada perusahaan-perusahaan yang ikut serta, perubahan tersebut disampaikan dengan persepsinya masing-masing, ada yang dengan Menerangi Negeri, ada yang Membangun Kebanggaan Negeri, ada juga yang ingin Meningkatkan Konektivitas tertinggi.

Lebih lanjut Suprayitno menjabarkan, ada tiga poin Relevansi Manajemen Perubahan. Pertama, Pertumbuhan Berkelanjutan (fokus organ menentukan arah dan strategi keberlanjutan bisnis perusahaan). Jadi masing-masing memiliki bidangnya, tapi yang terpenting semua esensinya adalah material, juga formal prosedural, karena tidak mungkin yang dilakukan manajemen perubahan tersebut dilakukan dengan ngawur, ada pendekatan strategik, mulai dari perencanaan, pengendalian, sampai keuangan.

Kedua, Pengembangan Modal Manusia Berkelanjutan (fokus organ menentukan arah dan strategi keberlanjutan bisnis perusahaan). Jadi, selain membantu untuk pertumbuhan berkelanjutan, juga mengembangkan modal manusia yang berkelanjutan. Contohnya, bagaimana melahirkanleader di dalam perusahaan? Maka harus dikenali defenisi sejatinya, leader dengan manajer, kalau leader itu yang di-lead adalah people, maka ada yang memberi contoh panutan. Tetapi kalau sesuatu itu biasanya di-manage, maka tadi ada sesuatu yang manage-thing. Nah biasanya kalau governance itu ada kaitannya dengan peran leader. Dengan demikian pengembangan modal manusia berkelanjutan bisa dijadikan salah satu fokus.

Ketiga, Pengembangan Modal Sosial dan Pengendalian Lingkungan Berkelanjutan (fokus organ menentukan arah dan strategi menciptakan hubungan yang bernilai tambah bisnis dengan para pemangku kepentingan). Suprayitno menjelasakan, kita sebagai manusia yang hidup di bumi harus merawat bumi. Maka ada ISO 26000 terkait tanggung jawab sosial, dan ada ISO 14000 terkait dengan manajemen lingkungan. Jadi sudah menjadi sistem. Untuk mengembangkan manusia yang berintegritas sudah ada sistemnya juga yaitu ada ISO 37001 yang terkait dengan antisuap.

Suprayitno juga menyampaikan ke depan, IICG dan SWA akan mengawal arah penerapan GCG yang berkelanjutan dengan mengajak perusahaan untuk merevitalisasi mode bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)