Indonesia Serius Tingkatkan Daya Saing Sektor Konstruksi

Pemerintah Indonesia yang terus fokus pada pembangunan infrastruktur telah mengumumkan berbagai paket stimulus ekonomi yang signifikan dan komperhensif terkait dengan infrastruktur. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar jasa konstruksi paling dinamis di dunia. Pada tahun 2015, indonesia berhasil menarik dana investasi asing sebesar US$ 59,9 miliar dan menjadi negara terbaik kedua setelah China. Sedangkan di dalam negeri, 8% APBN 2016 senilai Rp 313 triliun dialokasikan untuk proyek proyek infrastruktur.

P_20160519_142920-640x360

Berdasarkan hal itu, Yusid Toyib, Direktur Jendral Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) melihat adanya peluang besar bisnis besar dalam sektor ini. Oleh dari itu, pihak pemerintah mengumumkan dalam pameran Konstruksi Indonesia yang diperkuat oleh The Big 5 Construc Indonesia yang akan dihelat November mendatang. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian pemangku kepentingan dalam menjawab kebutuhan konstruksi.

“Ini akan menjadi ajang pertemuan bagi para pemangku kepentingan pemerintah dan sektor swasta. Acara ini akan menjadi Forum interaktif yang akan menampilkan berbagai proyek pemerintah dan perusahaan pelaku industri konstruksi dan infrastruktur, baik nasional maupun Internasional. Tujuan lainnya adalah mengekspos kinerja pemerintah Indonesia dalam menumbuhkan praktek terbaik dalam membawa peluang bisnis baru terkait dengan proyek infrastruktur di masa mendatang,” ujar Yusid.

Dalam perhelatan gabungan tersebut, Konstruksi Indonesia nantinya akan menghadirkan berbagai macam peralatan berat dan teknologi mutakhir bagi industri konstruksi infrastruktur, sedangkan The Big 5 akan lebih menghadirkan produk bangunan dan konstruksi baru serta inovatif dari berbagai negara di seluruh dunia termasuk Continuing Proffesional Development (CPD) bagi tenaga ahli. Hal ini menjadikan kedua perhelatan ini menjadi acara sektor industri terbesar dan terlengkap di Indonesia.

Yusid menambahkan bahwa di tahun 2016, pihaknya menargetkan Rp 6 triliun untuk ekspor jasa konstruksi dan akan mencapai Rp 15 triliun di tahun 2019. Oleh sebab itu, ia menghimbau asosiasi terkait untuk membenahi kemampuan manajerial serta meningkatkan keahlian teknis dan terus mengadopsi teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi kualitas kerjanya.

“Kami mendorong semua pemangku kepentingan di sektor ini untuk memfokuskan pada peningkatan kapasitas badan usaha dan kompetensi tenaga kerja. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya akan mampu bersaing dengan negara ASEAN, tetapi juga mampu menghasilkan proyek berkualitas sehingga berdampak dalam membangun negeri,” tambahnya.

Ashley Roberts, Direktur Event Dari DMG Event, menyatakan, penggabungan event ini merupakan langkah yang tepat untuk menorehkan nama Indonesia di ranah internasional, mengingat kedepannya Indonesia diprediksi menjadi pasar konstruksi Indonesia terbesar di dunia pada tahun 2025. Hal yang sama juga dikatakan oleh Sari S. Riana, Managing Director PT Infrastructure Asia. Baginya, pameran ini akan memainkan peran penting dalam menyediakan lingkungan profesional bagi organisasi nasional maupun internasional dalam melakukan bisnis dan menjalin kerja sama.

“Kami berharap perhelatan ini akan memberikan gambaran dan solusi mengenai pembangunan sektor konstruksi. Kami juga berharap ajang ini akan menjadi wadah untuk melakukan alih teknologi, sehingga ke depannya akan menghasilkan proyek konstruksi infrastruktur yang berkualitas dan meningkatkan daya sain Indonesia di mata dunia,” tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)