Ini Alasan Bisnis Bosch Merosot di Indonesia Tahun 2015

Perusahaan penyedia layanan dan teknologi global Bosch mengakhiri tahun fiskal 2015 di Indonesia dengan nilai penjualan yang turun, yaitu konsolidasi sebesar Rp 1,2 triliun (81 juta Euro). Jumlah itu merosot dibandingkan pencapaian tahun 2014 yang  penjualannya naik sekitar 40%. Kondisi ini disebabkan oleh one-off effect pada sektor Mobility Solutions di 2014 lalu serta perkembangan ekonomi yang lesu saat ini.

Bosch_Foto 1-640x432“Meski kondisi ekonomi berjalan kurang dinamis, kami tetap yakin pada kelangsungan bisnis di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Meningkatnya daya beli akan memberikan kesempatan kepada Bosch untuk terus bertumbuh, terutama pada bisnis otomotif, security systems, dan power tools,” jelas Ralf von Baer, Managing Director Bosch di Indonesia.

Pada Desember 2015, jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Bosch di Indonesia lebih dari 220 orang. Jumlah tersebut termasuk karyawan dari beberapa perusahaan non-konsolidasi.

“Sebagai dukungan untuk menguatkan aktivitas usaha para konsumen, kami memperluas jangkauan bisnis Bosch dengan membuka kantor penjualan dan pelayanan baru di Palembang, Sumatera Selatan, pada Juni 2016. Melalui langkah ini, kami menjadi lebih dekat dan lebih responsif terhadap kebutuhan mereka,” jelasnya.

Kantor Palembang akan menjadi sentra bagi divisi bisnis Drive and Control yang hadir untuk menjawab peluang industri pertambangan dan pengolahan di wilayah tersebut. Divisi ini menyediakan komponen inovatif, solusi dan layanan sistem yang komplet, yang tersedia dalam portofolio sistem hidrolik hemat energi, electric drives and control, serta teknologi pemandu gerak dan perakitan dari Bosch.

Saat ini, Bosch secara total telah mengoperasikan tujuh kantor penjualan di Indonesia, dan diwakili oleh keempat sektor bisnis yakni Mobility Solutions, Industrial Technology, Consumer Goods, dan Energy and Building Technology.

Pabrik manufaktur lokal Bosch untuk komponen otomotif, yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, telah memulai produksinya sejak Juni 2014. Menyesuaikan dengan permintaan konsumen lokal, perusahaan bermaksud melakukan pengembangan lebih lanjut pada pabrik tersebut di tahun-tahun mendatang.

Mengenai prospek bisnis Bosch pada 2016 jika bercermin dari hasil kinerja 2015, Grup Bosch bertekad meneruskan tren pertumbuhannya tahun ini. Perusahaan ini menargetkan pertumbuhan nilai penjualan global sebesar 3 hingga 5 persen sesuai dengan nilai tukar yang disesuaikan selama 2016. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)