Ini Wisdom Samudera Indonesia Mengarungi Krisis

Shanti L. Poesposoetjipto, Komisaris Utama Samudera Indonesia.

Ketangguhan dan kelincahan merupakan sikap yang harus dimiliki suatu organisasi dalam kondisi apapun. Keduanya bagaikan dua sisi mata uang yang perlu dikembangkan secara holistik. Tujuannya untuk menjawab tantangan ketidakpastian, persaingan, disrupsi teknologi atau krisis yang mengancam. Hal ini disampaikan Shanti L. Poesposoetjipto, Komisaris Utama Samudera Indonesia dalam webinar yang diselenggarakan Majalah SWA dan Swanetwork bertajuk Leadership Wisdom: Building Resilience & Agility in Good Times and Bad Times.

Menurutnya, ada sistem nilai dan paradigma berpikir yang harus dijalani secara utuh, terutama dari strategi usaha, tata kelola organisasi, keberadaan sumber daya manusia serta teknologi yang dapat menunjang menghadapi kondisi saat ini. “Samudera Indonesia beruntung memiliki founding father yang sudah membentuk sistem nilai dari awal yakni integritas dan profesionalisme. Sistem nilai ini diiringi dengan falsafah yang ditanam bahwa perusahaan harus sabar (patience), tabah (resilience), tekun (persistence) dan iman (faith),” ujar Shanti.

Fondasi tersebut sampai sekarang terus dipertahankan oleh Samudera Indonesia, yang tentunya juga diperkuat dengan sarana-sarana teknologi pengembangan sumber daya manusia yang bisa membantu perusahaan mengukur seberapa tangguh organisasi dalam mengarungi tantangan yang dihadapi.

Hematnya, secara strategis Samudera Indonesia selalu fokus terhadap pelanggan, menjual aset-aset yang produktivitasnya rendah serta tepat waktu dalam peremajaan. Selain itu, perusahaan juga tidak ragu melakukan restrukturisasi strategis baik melalui merger & acquisition. Tak ketinggalan adalah mengoptimalkan brand value. Sementara dari aspek finansial, Samudera Indonesia melakukan scenario based planning serta restrukturisasi keuangan sejak awal pandemi melanda. Berikutnya langkah yang ditempuh lainnya adalah revenue enhancement dan cost optimization. Tentu yang paling utama adalah cashflow protection

Perusahaan transportasi kargo dan logistik terpadu yang didirikan tahun 1964 ini juga tidak ketinggalan dalam hal teknologi. Pihaknya sudah memanfaatkan collaborative platform dan mengembangkan virtual learning. Cloud based system juga sudah menjadi andalan dalam kegiatan operasional perusahaan.

Sementara dalam aspek tata kelola perusahaan, pendiri perusahaan sudah bertekad memisahkan kepentingan antara ownership dengan management. Implementasi GCG dan risk management stewardship hingga sertifikasi ISO:37001 Anti Penyuapan pun telah diterapkan Samudera Indonesia.

“Perusahaan harus secara rutin melakukan pemetaan orang dan masalah, ini kunci menghadapi krisis,” tandasnya. Shanti mengingatkan dalam setiap kondisi ada peluang, krisis pun banyak yang merasakan keuntungan, tapi itu bukan durian runtuh yang datang setiap hari. Maka itu ia mengingatkan untuk strategis jangka panjang, jangan hanya jangka pendek. “Gunakan informasi realtime, agar dalam melihat peluang pun untuk jangka panjang, bukan saat ini saja,” tutur perempuan kelahiran 1948 ini.

Ia melanjutkan, perusahaan perlu me-revisit strategic plan dan melakukan adaptasi untuk mengantisipasi segala macam peluang dan ancaman. Untuk memitigasi risiko yang kemungkinan timbul, maka GCG menjadi pertahanan pertama untuk meminimalkan berbagai dampaknya. Kemudian sebagai aset utama, perusahaan harus memastikan kesejahteraan karyawan dan mengembangkan kompetensi mereka agar bisa tumbuh bersama perusahaan.

Menjaga reputasi perusahaan penting, ini nilai yang menurut Shanti harus dijaga dalam segala kondisi, karena ketika krisis, orang tetap akan melihat perusahaan tersebut. “Perusahaan harus andal, kita harus juga mengelola risiko, jangan hanya mengambil peluang untuk mengambil keuntungan saja. Harus disiplin dan prudent,” katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)