ISMS Bertekad Jadi Agen Perubahan di Dunia Bisnis

Para pakar dan praktisi manajemen stratejik membentuk suatu organisasi bernama Indonesia Strategic Management Society (ISMS). Visi organisasi ini adalah adalah bagi masyarakat manajemen stratejik di Indonesia, yang memadukan pengetahuan dan solusi praktis dalam mengatasi masalah-masalah stratejik perusahaan.

Seminar, salah satu kegiatan ISMS Seminar, salah satu kegiatan ISMS

Keberadaan organisasi ini dimaksudkan untuk melakukan kegiatan ilmiah dibidang keilmuan manajemen stratejik melalui penelitian, policy brief, publikasi ilmiah, atau seminar/ lokakarya, atau melakukan konsultasi, pelatihan dan couching manajemen, audit serta sertifikasi manajemen stratejik dan Strategic Management Awards.

Perjalanan organisasi dimulai dari tahun 2011 dengan nama Amasti (Asosiasi Manajemen Stratejik) yang dibidani oleh Dr Biakman, Dr Lily Sudhartio, Dr Nofrisel, Dr Evie Iman dan Dr Manerep. Awal tahun 2016, tepatnya 12 Januari 2016, akte pendirian Perkumpulan ini keluar dan disahkan dengan nama Indonesia Strategic Management Society atau ISMS dengan dinahkodai oleh Sari Wahyuni PhD‎ sebagai Ketua.

ISMS dimaksudkan sebagai forum bagi cendekiawan (scholars) manajemen stratejik untuk memfasilitasi pengembangan ilmu manajemen lembaga pemerintahan dan institusi sosial kemasyarakatan. ISMS ingin menjadi agen perubahan dan mitra stratejik bagi pelaku usaha, institusi pemerintahan dan non-pemerintahan dalam menganalisis, merumuskan, dan mengeksekusi strategi yang mampu menciptakan keunggulan daya saing berkelanjutan bangsa Indonesia.

Keanggotaan ISMS terbuka bagi umum: para profesional yang berdedikasi di bidang keilmuan manajemen stratejik, baik dari kalangan akademisi (dosendanmahasiswa), praktisi bisnis atau konsultan, dan eksekutif pemerintahan.  Beberapa di antara anggota ISMS dari kalangan praktisi adalah Dr Mooryati Soedibyo (Founder Mustika Ratu), Dr Dwi Soetjipto (Direktur Utama PT Pertamina), Dr Handry Satriago (Presiden Direktur GE Indonesia), Dr Ardan Ardiperdana (Kepala BPKP), Hariyadi B. Sukamdani (Ketua Umum APINDO/Presiden Direktur Sahid Hotel Group), Oki Ramadhana (Presiden Direktur Morgan Stanley Indonesia), IndraUtoyo (Direktur Telkom), Mira Anggraini (Direktur BPJS Kesehatan) dan Wilsa Theodore (Kalbe Farma).

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)