Johannes Nangoi: Gaikindo Tidak Berpihak ke Negara Produsen

Bos PT Isuzu Astra Motor, Johannes Nangoi, mengambil alih tongkat komando Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Johannes dipercaya pelaku industri otomotif nasional sebagai Ketua Gaikindo periode 2016-2019. Dia menggantikan posisi Sudirman MR yang selama dua periode berturut-turut menjadi pemimpin di Gaikindo sejak tahun 2010. Tugas Johannes tidaklah ringan karena menghadapi berbagai tantangan di industri otomotif nasional, misalnya saja penjualan mobil yang melambat, isu mobil ramah lingkungan, pengajuam insentif fiskal untuk mobil sedan, hingga mengimplementasikan mobil standar emisi Euro4.

Tugas utama yang diemban Johannes adalah meningkatkan pertumbuhan industri otomotif. Ia ingin menyinergikan aspirasi perusahaan otomotif tanpa melihat latar belakang negara dan prinsipil perusahaan. “Gaikindo berpihak ke negara dan perusahaan otomotif. Yang kami lakukan adalah mengutamakan kepentingan industri otomotif nasional,” tegasnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Johannes berharap industri otomotif Indonesia memiliki daya saing untuk berkompetisi di global. “ Di Indonesia, pasar yang paling banyak adalah MPV. Sedangkan mobil yang paling banyak diminati  pasar internasional adalah mobil sedan. Nah, kita harus memproduksi sedan di Indonesia agar bisa memenuhi permintaan pasar global,” ia menerangkan.

Johannes Nangoi, Ketua Gaikindo (kelima dari kanan). (Foto : Vicky Rachman/SWA). Johannes Nangoi, Ketua Gaikindo (kelima dari kanan). (Foto : Vicky Rachman/SWA).

Berbicara mengenai dunia otomotif, Johannes sangat menggebu-gebu dalam menyampaikan visinya dalam menyiasati tantangan yang saat ini melilit industri otomotif nasional. Berbagai cara akan dilakukan Gaikindo, diantaranya menyelenggarakan Gaikindo Internasional Indonesia Auto Show (GIIAS) pada 11 - 21 Agustus 2016 di kawasan Indonesia Convention and Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Berbagai program kredit otomotif yang menarik akan diberikan ke pengunjung. “Mudah-mudahan ini menjadi insentif bagi masyrakat,” tukasnya. Dia berkata GIIAS tahun ini diikuti 10 Agen Tunggal Pemegang Merek. Wuling, Salah satu pabrikan mobil dari China akan segera bergabung sebagai anggota Gaikindo. “Proses administrasinya masih diproses,” imbuhnya. Penambahan anggota Gaikindo diharapkan bisa menambah daya gedor industri otomotif. Berikut petikan wawancara bersama Johannes di sela-sela temu pers GIIAS 2016;

Apa tujuan Gaikindo dalam mendukung industri omotif nasional?

Kami tidak membela negara produsen mobil atau prinsipil perusahaan. Tapi, kami mengutamakan kepentingan industri otomotif nasional. Gaikindo menjadi penghubung antara produsen otomotif dengan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian. Tujuannya agar melancarkan komunikasi antara produsen otomotif dengan pemerintah.

Bagaimana caranya?

Salah satunya kami memohon insentif fiskal untuk mobil sedan melalui Kemenperin ke Kementerian Keuangan. Di luar negeri, permintaan pasar ke mobil sedan sangat dominan. Kami ingin mendorong produksi dan ekspor mobil sedan ke depannya. Cara lainnya adalah menyelenggarakan GIIAS.

Gaikindo akan menggelar GIIAS pada Agustus. Berapa target penjualan?

Pameran memang ini bisa meningkatkan penjualan mobil. Tapi kami tidak menargetkan penjualan penjualan mobil di GIIAS 2016 ini.

Berapa target transaksi di GIIAS tahun ini?

Sama seperti tahun lalu sekitar Rp 5,7 triliun.

Berapa jumlah target pengunjung GIIAS 2016?

Mudah-mudahan pengunjung di tahun ini bisa naik dua kali lipat dari tahun lalu yang berjumlah 45 ribu pengunjung.

Kapan Wuling resmi menjadi anggota Gaikindo?

SAIC GM Wuling China sudah mengirim surat permohonan. Kami sedang memprosesnya dan prosesnya mudah-mudahan bisa rampung sebelum GIIAS. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)