Jotun Indonesia Targetkan Kenaikan Penjualan 15%

IMG_6463Perusahaan cat asal Norwegia, Jotun, sudah berkecimpung di pasar cat Indonesia sejak tahun 1983. Awalnya, perusahaan yang 54% sahamnya dimiliki oleh keluarga Gleditsch ini fokus kepada cat yang diperuntukkan bagi kapal dan perahu.

Lambat laun, Jotun mulai bermain di segmen lain seperti protective coating, powder coating, dan cat dekoratif. Saat ini Jotun memiliki 37 pabrik cat yang tersebar di 21 negara dan 65 kantor di 45 negara.

Eric Mallace, Presiden Direktur Jotun Indonesia, bisa dibilang tumbuh dan besar dengan Jotun. Ia mulai bergabung dengan Jotun sejak tahun 1991 dengan posisi awal sales executive. Dalam kiprahnya di Jotun, ia menangani banyak negara seperti Timur Tengah, Inggris, Eropa, Thailand, dan sejak tahun 2011 ia menangangi pasar Indonesia. Berikut ini penggalan wawancaranya dengan orang nomor satu di Jotun Indonesia.

Bagaimana bisnis Jotun Indonesia di 2015 silam?

Pertumbuhan kami cukup baik tahun lalu total sales kami mencapai Rp 1,4 triliun, tumbuh 12% dibandingkan tahun lalu. Sales kami tumbuh dalam 10 tahun terakhir. Kami tidak melihat adanya penurunan di situasi ekonomi tahun lalu karena pengembang beralih dari membangun perumahan mahal menjadi perumahan yang lebih murah harganya.

Di pasar Indonesia, Jotun bermain di segmen mana saja? Dan Jotun ada di posisi keberapa?

Kami bermain di 4 segmen, cat dekoratif, powder coating, marine coating, dan protective coating. Di segmen powder coating, marine coating, dan protective coating, kami merupakan pemimpin pasar. Tapi di segmen dekoratif, kami no 4.

Mengapa?

Karena pemain di dekoratif banyak sekali dan ada segmen yang kami tidak masuk seperti untuk pasar yang terlalu bawah. Pangsa pasar kami secara keseluruhan untuk dekoratif 11%, sedangkan di negara Skandinavia dan Timur Tengah kami no 1. Tapi, untuk pasar premium, pangsa pasar kami 29%.

Bagaimana dengan pangsa pasar Jotun secara keseluruhan?

Tidak bisa diukur karena harus di bagi per segmennya. Jotun tidak bermain di semua segmen cat. Contohnya, kami tidak masuk di segmen automotive paint.

Ada berapa pabrik Jotun di Indonesia?

Kami punya 2 yaitu di Cikarang dan Legok, Tangerang. Di Cikarang untuk produksi cat water based dan solvent based. Sedangkan di Legok untuk produksi powder coating.

Berapa kapasitas produksinya?

Di Cikarang kapasitas produksinya 40 juta liter per tahun. Tahun ini kami produksi 30 juta liter per tahun. Komposisinya 18 juta liter untuk water based, yaitu untuk dekoratif dan sisanya untuk solvent based, untuk marine dan protective coating. Di Legok, kapasitas produksinya 6 ribu ton. Tahun ini kami memproduksi 4 ribu.

Apakah untuk konsumsi lokal saja atau untuk ekspor juga?

Hanya untuk konsumsi lokal saja. Tidak ada yang untuk ekspor

Berasal dari mana bahan bakunya?

Sebanyak 70% kami impor dari Eropa, 30% dari Asia.

Berapa investasi untuk pembangunan pabrik ini?

Kami telah mengeluarkan dana US$ 70 juta untuk membangun pabrik, memperluas pabrik, dan juga menambah peralatan.

Apakah akan memperluas lahan untuk pabrik?

Kami ada rencana untuk memperluas pabrik agar kapasitas produksi kami menjadi 60 juta liter pertahun. Untuk investasi kami belum bisa beberkan karena belum final. Tahun lalu kami meng-upgrade pabrik di Legok untuk pembaharuan alat-alat.

Berapa target sales tahun ini?

Target kami tumbuh di atas 15% menjadi sekitar Rp 1,6 triliun.

Bagaimana startegi Jotun Indonesia untuk mencapai target tersebut?

Mulai tahun lalu, kami merenovasi toko-toko cat kami dengan menambahkan Jotun Color Center sehingga pembeli dapat memilih dan mencocokkan warna untuk ruangan dengan mudah. Sekarang kami sudah merenovasi 130 toko dari 614 toko yang kami miliki. Tahun ini total toko yang akan kami renovasi ada 200 toko.

Kemudian, kami akan meluncurkan 3 produk baru tahun ini. Dua produk merupakan cat dekoratif, yang satu lagi protective coating.

Tahun ini Jotun akan fokus di segmen mana?

Kami akan fokus di 4 segmen. Tapi kami punya peluang yang lebih besar di segmen dekoratif karena pasarnya luas sekali. Dekoratif menyumbangkan 40% dari total sales kami tahun lalu. Tahun ini kami targetkan tumbuh 20% di segmen dekoratif.

Bagaimana cara Jotun untuk menjadi no 1?

Strateginya adalah kami masuk ke pasar premium. Kedua membuka pabrik agar dekat dengan konsumen. Yang paling penting adalah inovasi dalam produk-produk. Produk-produk kami memiliki kualitas teratas. Ramah lingkungan, tahan lama, melindungi sekaligus mempercantik ruangan, bisa menutupi retak di dinding. Bahkan tembok yang memakai cat dekoratif kami bisa dicuci jika terkena noda.

Bagaimana bisnis Jotun di 3 bulan pertama 2016?

3 bulan ini kami tumbuh positif. Segmen dekoratif tumbuh 20%, powder coating sedikit meningkat, marine dan protective coating flat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)