Jurus SML Mengelola Well-Being Karyawan di Masa Pandemi

Sandra Kosasih, Human Capital Managing Director PT Sinar Mas Land.
Sandra Kosasih, Human Capital Managing Director PT Sinar Mas Land.

Situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, mengharuskan perusahaan memberikan perhatian lebih kepada karyawannya. Tujuannya, di tengah tekanan yang tinggi akibat pandemi, perusahaan perlu merancang kebijakan/strategi agar karyawan tetap merasa nyaman dan bahagia dalam bekerja, yang pada akhirnya produktivitas mereka pun terjaga.

Untuk mengetahui bagaimana perusahaan mengelola well-being karyawan dan merespons krisis, konsultan global Korn Ferry melakukan survei yang menghasilkan Pandemic Index Score. Dan, dari survei tersebut, PT Sinar Mas Land (SML) menduduki peringkat 2 terbaik di kategori perusahaan dengan jumlah karyawan di atas 1.000 orang.

Apa saja yang dilakukan SML? Sandra Kosasih, Human Capital Managing Director PT Sinar Mas Land (SML), mengatakan, ketika pandemi berlanjut ke tahun kedua, kebijakan dan dukungan untuk karyawan tetap dilakukan secara intens. “Perusahaan tanpa henti melakukan perbaikan dalam sistem dan prosedur, keterlibatan dan pengembangan SDM, serta memastikan bahwa bisnis tetap kompetitif,” kata Sandra.

Di samping itu, sangat penting untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan karyawan, serta tetap fokus pada kesuksesan. “Ketahanan dan transformasi digital juga terus menjadi agenda utama sebagai jalan ke depan dalam semua aspek,” ungkapnya.

Untuk memudahkan karyawan menjalankan tanggung jawab pribadi terhadap keluarga masing-masing, menurut Sandra, SML mengatur work from home (WFH), terutama pada periode-periode saat pandemi meningkat dan mengikuti peraturan pemerintah. SML juga membuat pengaturan kerja fisik: tim yang sama dibagi di dua gedung berbeda dengan kapasitas maksimum 50% tempat kerja.

SML tak hanya mengambil langkah preventif, tapi juga mengampanyekan protokol kesehatan dan memberikan multivitamin harian untuk para pekerja garda terdepan, serta tes Covid-19 setiap bulan. “Perusahaan memberikan masker berstandar medis bagi seluruh karyawan yang datang bekerja di kantor dan menetapkan pedoman yang ketat. Sedangkan untuk tindakan reaktif, tes swab PCR Covid-19, Lianhua, obat-obatan dan/atau rawat inap diberikan kepada karyawan dan keluarganya yang positif Covid-19,” kata Sandra.

Selain perhatian individu untuk penanganan mereka yang terkena dampak, untuk lebih memperkuat keselamatan karyawan, SML memasang partisi akrilik pemisah di meja kerja dan area operasional. Perusahaan juga melakukan sanitasi dan disinfeksi mingguan terhadap seluruh fasilitas dan gedung kantor perusahaan.

“Pemantauan harian kasus dan penelusuran dilaporkan dalam Laporan Manajemen. Help Desk SML Covid-19 memberikan saran dan bantuan harian untuk karyawan yang positif Covid-19. Edukasi dan sosialisasi tentang protokol kesehatan serta peraturan pemerintah atau informasi penting terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 tak henti-hentinya dikomunikasikan dalam bentuk infografis, poster, distribusi e-mail, dan melalui building paging system kepada seluruh karyawan,” Sandra menegaskan.

Kebijakan tersebut mampu menyokong kinerja SML sehingga tidak turus drastis di tengah krisis akibat pandemi. Selama tahun 2021, SML masih meraih pendapatan sebesar US$ 895,0 juta, turun tipis (1,7%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 910,5 juta. (*)

Kusnan MD

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)