JWC Ventures Klaim Berikan Nilai Tambah untuk Startup

Seiring dengan perkembangan teknologi membuat startup mulai bermunculan. Peluang ini muncul berdasarkan banyaknya problem yang ada dan bisa diselesaikan dengan bantuan teknologi. Namun sayangnya dalam mendirikan startup, pembiayaan menjadi hal yang penting. Oleh sebab itulah saat ini banyak tersedia beberapa opsi untuk melakukan pembiayaan, mulai dari bank, ventura, hingga angel investor.

__mendag-dalam-acara-acara-alpha-jwc-ventures-conference-2-1459331536

Munculnya banyak ide serta tersedianya peluang yang cukup besar dalam mengembangkan startup di Indonesia, lantas membuat Jefrey Joe, Will Ongkowidjaja, serta Chandra Tjan memanfaatkan hal tersebut. Dengan mendirikan JWC Ventures yang mereka klaim sebagai ventura dengan nilai tambah, mereka berharap dapat membantu startup Indonesia. Visi mereka satu, membantu mengembangkan startup Indonesia hingga sampai market internasional.

“JWC ini merupakan ide awal dari kami. Latar belakangnya adalah ingin membuat firma yang cara kerjanya beda. Jadi bagaimana menciptakan suatu keseimbangan dalam memulai bisnis startup. Visinya adalah kami tidak hanya ingin investasi, tetapi juga memberikan nilai lebih pada orang lain. Bagi kami itu penting , “ ujar Will Ongkowidjaja, salah seorang founder sekaligus Managing Partner JWC.

Sebagai ventura yang diklaim memberikan nilai tambah, mantan direktur UBS Indonesia ini menyatakan bahwa tugas Managing Partner JWC akan selalu memberikan mentoring pada para pengusaha startup. Tidak hanya membantu mereka bagaimana mengatasi krisis, tapi juga memberikan bantuan ketika perusahaan startup mereka mulai berkembang. Untuk mendukung hal tersebut, Will selalu membawa tokoh yang benar-benar berpengalaman untuk membantu startup Indonesia. Baru-baru ini, Will dan rekan lainnya mengajak Erika Dianasari, yang memiliki pengalaman besar di bidang human capital.

“Kami semua memang pernah punya pengalaman sebelumnya. Kami pernah melakukan invetasi di beberapa perusahaan.Yang menjadi pikiran kami adalah bagaimana caranya membantu company ini, misalnya bagaimana strateginya, bagaimana cara partnership untuk membuat revenue, bagaimana caranya mengatur kapital," jelasnya.

Meski baru berdiri selama kurang lebih satu tahun, perjuangan tiga sekawan ini dapat dikatakan cukup berhasil. Dari 8 startup yang mereka danai, beberapa di antaranya  mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Bahkan di antaranya bisa mendapatkan market di internasional.

“Salah satu dari startup yang kami biayai dan mampu merdiri adalah modalku. Pertama kali memang di Singapura. Lalu kami bantu mereka mencari pasar di Indonesia dan sekarang, mereka sudah mulai melirik ke Malaysia,” tutup Will dengan bangga. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)