KAL Alokasikan 21 Persen Lahan untuk Konservasi

Juli W. Purba, GM PT Kayung Agro Lestari (KAL), menjelaskan,  ketika pihaknya  melakukan bloking lahan untuk ditanami sawit, menemuka sarang orang utan. Alhasil, membagi sebagian lahan menjadi area konservasi.

Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan sawit yang mulai beroperasi pada tahun 2009 ini tidak hanya ingin meningkatkan produksi kelapa sawitnya, tetapi juga memiliki concern yang besar terhadap isu lingkungan dan konservasi.

Kunjungan Media ke Area Konservasi PT Kayung Agro Lestari, Ketapang Kunjungan Media ke Area Konservasi PT Kayung Agro Lestari, Ketapang

Dari total area 17.998,13 ha, sebesar 21 persen atau sekitar 3.844,52 ha menjadi area konservasi untuk berbagai jenis flora dan fauna, yaitu beruang madu, kera ekor panjang, hingga kantong sema. Diantaranya yang menjadi kekhususan adalah konservasi untuk orang utan. Menurut Nardiyono terdapat sekitar 30 orangutan di areal konservasi. tetapi sebagian belum terdeteksi dan belum memiliki nama.

Untuk mengelola areal HCV (hutan yang memiliki nilai konservasi tinggi), perusahaan melakukan beberapa program, seperti pengurangan kegiatan pembalakan liar, pengelolaan populasi orangutan, penghutanan kembali areal terbuka, dan legalitas kawasan seluas 2.330 ha.

“Dalam hal ini perusahaan bekerja sama dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), aparat kepolisian setempat, YIARI (Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia), masyarakat dan TNC (The Nature Conservacy),” ujar Nardiyono, Kepala Konservasi PT. KAL.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)