Thomas Lembong: Kemendag Siapkan Rp 1,7 Triliun untuk Kembangkan 1000 Pasar Tradisional

Melihat peluang sektor perdagangan pada 2016, saya pribadi sudah melihat pertanda stabilisasi. Tiga tahun berturut-turut sebelumnya perdagangan kita melambat. “Sekarang saya lihat akan stabil. Produk Domestik Bruto  kita pada kuartal III/2015 naik sedikit dibandingkan dengan kuartal II. Ada beberapa subsektor yang mulai terlihat bergerak ke titik cerah,” kata Mendag Thomas Trikasih Lembong. Misalnya, ekspor perhiasan yang tiap tahun bernilai US$ 5 miliar dan tumbuh 20% per tahun. Itu keunggulan tradisi kerajinan yang sudah berusia puluhan tahun. Selain itu, subsektor komponen otomotif juga berpeluang bagus.

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (foto http://www.todayonline.com)

Memasuki 2016, tantangan di luar adalah kondisi perekonomian China yang sedang mengalami transisi ekonomi, yakni dari ekonomi industri beralih ke konsumsi. “Kebalikannya dengan kita (Indonesia) yangg harus reverse, mengarah ke industri dan ekspor tentunya.  Namun, untuk itu, kita memang harus melakukan penyesuaian dengan kondisi di luar. Kalau tidak melakukan adaptasi, rupiah akan melemah terus,” ia menambahkan.

Ia mengaku mengupayakan terobosan untuk mengalihkan pembayaran dari mata uang dolar AS ke renminbi (China). Tujuannya,  menjadikan renminbi sebagai opsi untuk para importir. Jadi, tidak harus melulu mengonversikan dengan dolar (AS), tetapi juga ke renminbi. Dalam perhitungannya, Indonesia itu mengimpor dari China US$ 30 miliar per tahun. Kalau sepertiganya saja bisa diatur (untuk menggunakan renminbi), itu akan mengurangi permintaan terhadap dolar sekitar US$ 10 miliar per tahun.

Ada dua program yang akan dilakukan Kemendag. Pertama, dalam hal perdagangan domestik, Kementerian Perdagangan akan melanjutkan program Pasar Rakyat. Dalam program ini, Pemeriantah sudah menyiapkan anggaran Rp 1,7 triliun untuk mengembangkan 1.000 pasar rakyat tradisional. “Di sini kami akan dorong sekuat-kuatnya langkah merevitalisasi pasar tradisional,” ia menegaskan. Kedua, dari sisi perdagangan internasional, Pemerintah akan membuka peluang ekspor yang baru. Antara lain, dengan melakukan diskusi Free Trade Agreement dengan Masyarakat Uni Eropa, serta beberapa Free Trade Agreement yang bersifat bilateral dengan beberapa negara, antara lain Australia, China dan Turki. (Reportase: Rizky C. Septania)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)