Kemenpar: Pemda Harusnya Jual Paket Wisata, Jangan Karcis

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata, Dadang Rizki Ratman, menghimbau agar seluruh pemerintah daerah jangan lagi hanya menjual karcis di obyek-obyek wisata, tetapi menjual paket layanan wisata. “Harganya bisa ratusan kali lipat dibandingkan kita menjual karcis masuk sebuah obyek wisata seperti pantai atau air terjun,”ujar Dadang. Hal itu disampaikan dalam pemaparannya mengenai Strategi Pemasaran Pariwisata Indonesia pada acara '12th Indonesia Investment Week' yang bertempat di JIEXPO Kemayoran, Jakarta (05/5).

Dadang Rizki Ratman, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata, Kementerian Pariwisata saat memberi pemaparan mengenai strategi pemasaran pariwisata Indonesia dalam forum 12th Indonesia Investment Week di Jakarta International Expo 05/05/2016. Dadang Rizki Ratman, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata, Kementerian Pariwisata saat memberi pemaparan mengenai strategi pemasaran pariwisata Indonesia dalam forum 12th Indonesia Investment Week di Jakarta International Expo 05/05/2016.

Menurutnya, selama ini obyek-obyek wisata yang dikelola pemerintah daerah kurang mendapatkan benefit dari kunjungan wisatawan lantaran hanya menjual karcis masuk yang kisaran harganya ribuan rupiah. Padahal jika pemerintah menjual paket wisata maka nilai yang didapat akan jauh lebih tinggi bahkan dampaknya untuk daerah tersebut juga lebih luas karena akan melibatkan lebih banyak pihak.

Berbeda dengan obyek atau atraksi wisata yang dikelola dengan menjual paket wisata, Dadang mencontohkan, Raja Ampat di Papua dan Mentawai di Sumatera Barat, kedua obyek wisata tersebut oleh pemerintah daerahnya dijual dalam bentuk paket wisata lengkap dengan fasilitas layanan. Di pihak swasta, ia mencontohkan para operator diving yang bisa mengantongi miliaran rupiah dalam sebulan karena menjual paket wisata menyelam bukan karcis masuk ke tempat menyelam.

Dadang menghimbau kini saatnya pemerintah daerah harus mempelajari ilmu pemasaran untuk menjual pariwisata daerahnya ke pasar internasional. Sebuah daerah seperti kabupaten atau kota bisa dipasarkan melalui tiga langkah strategis.

Pertama adalah branding, menurutnya, pemerintah daerah bisa menggunakan branding yang sudah dibangun Kemenpar, yakni Wonderful Indonesia, dengan demikian kata “Indonesia” bisa diganti dengan nama kota atau kabupaten yang akan di branding, sehingga menjadi satu kesatuan brand pariwisata Indonesia.

Kedua, iklan, ada beberapa pilihan media di antara media konvensional dan media baru seperti sosial media serta website dari pemerintah daerah itu sendiri. "Saya sering menjumpai website pemerintah daerah tidak update, bahkan tidak bisa dibuka. Sangat disayangkan padahal calon wisatawan umumnya mencari informasi daerah yang akan dituju pertama kali lewat internet,” ungkapnya.

Ketiga, direct selling, bisa melalui travel mart seperti pameran-pameran internasional. Lagi-lagi, ia mengingatkan agar saat mengikuti pameran pariwisata, sebaiknya tidak menjual produk tetapi paket wisata, “Fokuskan untuk menjual paket wisata berupa atraksi budaya, bentang alam, atau sejarah. Lalu, kurangi berjualan produk kerajinan saat di travel mart, “ ujarnya.

Devisa Indonesia dari industri pariwisata tahun 2015 lalu tercatat US$ 12,5 miliar. Angka ini masih lebih rendah dari Malaysia yang sudah mencapai US$ 21,82 miliar tahun 2015 dan Thailand yang mencapai US$ 38,43 miliar di tahun yang sama.

Oleh karena itu pemerintah saat ini sudah memetakan 10 destinasi strategis yang akan menjadi fokus pembangunan pariwisata tahun 2016 ini, yaitu Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, Tanjung Lesung di Banten, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur, Morotai di Maluku Utara, Waktobi di Sulwesi Tenggara, Mandalika di NTB dan Labuan Bajo di NTT. Nantinya para investor yang berminat untuk investasi di bidang infrastruktur pun akan diarahkan ke 10 destinasi tersebut. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)