Upaya Kepanjen Wujudkan Kecamatan Mandiri

Abdul-Malik-Sekda-Kab-Malang

Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang berusaha mewujudkan kecamatan yang mandiri dengan konsep kelola sampah yang dimilikinya. Tidak hanya konsep kelola sampah, Talangagung juga menerapkan kampung mandiri energi pro iklim.

Di Kepanjen, pemerintah memasang jaringan distribusi perpipaan gas methane langsung ke rumah warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Dari awal dibangun yaitu tahun 2010 ada 30 SR kader lingkungan.

Sampai tahun 2014 sudah ada 195 SR kontribusi CSR. Tentu hal tersebut dapat dikatakan sebagai tolak ukur. Lalu, inovasi 'bambu petung' TPA paras Poncokusumo. Di sana telah mengembangkan inovasi teknologi sederhana dan aplikatif berupa alat pengendalian dan pemanfaatan gas metan dengan bambu petung. Pada 2011 ada 30 SR Kabupaten Malang. Seiring berjalannya waktu, saat ini tahun 2014 165 SR.

Dr. Abdul Malik SE, M.Si , Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, mengatakan bahwa ada beberapa masalah yang ada di Kabupaten Malang. Contohnya kurangnya ruang terbuka hijau yang tersedia untuk menciptakan kenyaman dalam public service. Lalu, pemenuhan kebutuhan air bersih untuk daerah yang belum terjangkau pelayanan air bersih dari PDAM. Dan pemanasan global yang menjadi isu utama dalam pengendalian pencemaran udara, salah satunya disebabkan pengelolaan sampah dan limbah yang belum optimal. Semunya urgent karena akan berdampak buruk terhadap kelangsungannya.

“Kami memiliki beberapa program di antaranya kampung mandiri energi pro iklim desa Talangagung Kepanjen, Tempat Pembuangan Akhir , wisata edukasi Talangagung, ruang terbuka hijau, pengelolaan sarana air bersih 'sumber maron' berbasis masyarakat, pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat. Program-program tersebut kami rancang untuk mengatasi persoalan lingkungan,” ujarnya.

Abdul Malik juga menjelaskan rata-rata program tersebut sudah dijalankan di tahun 2011 lalu. Lalu 2012 penerapan pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat. Namun, pengelolaan sarana air bersih 'sumber maron' berbasis masyarakat sudah kami laksanakan sejak tahun 2006 lalu. Untuk anggaran, dari tahun 2013 ke 2014 mengalami kenaikan anggaran sebesar 3,08%, dan akan terus ditingkatkan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)