Kini, Direktur Lippo Insurance dari Internal

Direksi adalah posisi strategis dalam satu perusahaan. Pemilik kerap menempatkan orang kepercayaannya di jajaran direksi. Meski begitu, jajaran manajer PT Lippo General Insurance Tbk (Lippo Insurance) punya peluang besar untuk mengisi salah satu kursi direksi.

“Kami sekarang sudah membuka hope bagi para manajer. Mereka berpotensi menjadi salah satu direktur nantinya. Sekarang, direktur boleh dari dalam,” kata Direktur Utama Lippo Insurance, Agus Benjamin.

Ia mencontohkan Gilbert Dedy Naibaho yang kini menjabat Direktur Operasional, adalah lulusan Officer Development Programme (ODP) angkatan ketiga. Pria yang pernah diberi amanah memimpin kantor cabang Bandung, Medan, dan Wilayah Sumatera ini juga menjadi finalis di SWA Indonesia Future Business Leader.

Di Lippo Insurance, proses penciptaan pemimpin dari dalam terbagi menjadi empat program pengembangan. Yakni, Officer Development Program (sejak 2000), Leadership Development Program (sejak 2009), Career Development Program (sejak 2011) dan Transformation Speed-Up yang dimulai awal tahun ini demi memicu daya inovasi.

“Untuk setiap kenaikan level mulai dari supervisor menjadi manajer dan seterusnya, semua ada assesment. Kami bekerjasama dengan pihak ketiga yang akan menilai apakah orang itu sudah siap menjadi the next leader,” katanya.

Direktur Utama Lippo Insurance, Agus Benjamin (tengah). Direktur Utama Lippo Insurance, Agus Benjamin (tengah).

Dalam hal talent making, lanjut dia, manajemen bertugas mengembangkan potensi masing-masing karyawan dan memetakannya sesuai sikap dan keahlian yang dibutuhkan. Kekuatan dari dalam (The Power Inside) diperkuat dengan menempatkan mereka sesuai keunggulannya masing-masing. Kemampuan ini lantas diperkuat dengan pola kekeluargaan yang dipegang teguh Lippo Insurance.

“The Power Inside + Hope = Futur Leader. Sejak program ini dijalankan, kami bisa menambah posisi dari satu VP menjadi tujuh VP. Lalu, direktur juga dari dalam. Presiden Direktur juga dari dalam. Tanpa Hope, tidak ada motivasi untuk membangun the power inside,” kata Agus.

Lippo Insurance juga membangun sistem talent management berdasarkan hasil riset internal. Dengan talent management, diharapkan dapat tercipta employee engagement yang tujuan akhirnya menimbulkan customer engagement dan customer retention serta dapat memperbesar pangsa pasar.

Lippo Insurance kini fokus meningkatkan kontribusi dari segmen ritel terhadap total premi bruto. Hingga akhir tahun lalu, segmen tersebut hanya menyumbang 15% dari Gross Written Premium yang mencapai Rp 1,08 triliun. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng e-commerce, MatahariMall.

Kerja sama antara kedua perusahaan Grup Lippo ini meliputi penyediaan asuransi kecelakaan diri dan asuransi umum. Untuk yang pertama, termuat dalam Program Super Selamat yang terkait dengan pembelian produk otomotif di MatahariMall. Konsumen yang membeli produk elektronik punya kesempatan mengikuti Program Super Sakti (rusak ganti) dan meraih asuransi umum secara gratis. (Reportase: Arie Liliyah)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)