Kino Paling Inovatif, Ini Rahasianya

PT Kino Indonesia Tbk (Kino) tak henti menciptakan produk yang inovatif. Mereka mendapatkan ide dari para karyawannya. Perusahaan menyediakan kotak ide yang bisa diisi oleh semua level karyawan, ide-ide itulah yang kemudian digodok oleh departemen inovasi produk bersama tim riset dan pengembangan.

“Inovasi sangat penting bagi perusahaan. Dari inovasi bisnis kami tetap sustain dan berdampak ke konsumen. Inovasi ada di semua lini bisnis. Kami menyediakan kotak ide yang dapat diisi oleh semua level karyawan. Ide-ide mereka kami tampung, lalu dikuras untuk menjadi idea generation untuk dipikirkan product innovation department bersama tim riset. Setelah itu baru dikembangkan dari sisi teknikal dan pengemasan oleh tim riset dan pengembangan (R&D),” kata Presiden Direktur Kino, Harry Sanusi.

Hasilnya, mereka sukses menciptakan sejumlah produk baru namun bisa dengan mudah diterima pasar. Salah satunya adalah Ellips Hair Vitamin yang saat ini menguasai 77% pangsa pasar produk sejenis, bahkan sejak diluncurkan 12 tahun lalu produk tersebut kini banyak ditiru para kompetitor. Inovasi sudah menjadi kultur dan karakter perusahaan. Saat karyawan masuk hal itu sudah melekat, perusahaan berdiri saat krisis sehingga bisa survive karena produk yang dikeluarkan Kino memiliki diversifikasi khusus dan diterima pasar.

Presiden Direktur Kino, Harry Sanusi Presiden Direktur Kino, Harry Sanusi

Sejak berdiri pada 1997, Kino punya 4 produk besar, yakni personal care, food and candy, beverage, dan farmasi dengan kontribusi terhadap perusahaan masing-masing 50%, 13%, 36%, dan 1%. Sejumlah brand Kino di antaranya Sleek, Liang Teh Cap Panda, Ellips, Eskulin Cologne Gel, Ovale, permen Kino, Cap Kaki Tiga Anak, Absolute, dan lain-lain. Segmen yang dibidik Kino beragam, mulai dari anak-anak hingga keluarga.

“Hasil inovasi terbesar adalah Ellips, sebuah vitamin rambut, keunggulannya adalah dalam bentuk kapsul, risetnya saja butuh 3,5 tahun, kapsul Ellips terbuat dari gelatin sapi yang dijamin halal. Saat ini, pangsa pasarnya mencapai 77% dan bahkan ditiru kompetitor,” ujar dia.

Melalui inovasi pula, Kino berhasil menurunkan biaya dalam melakukan efisiensi. Kinerja pendapatan perusahaan juga ditargetkan tumbuh 15% tahun ini dibandingkan 2015. Laba juga ditargetkan tumbuh hingga 40% karena perusahaan sudah banyak melakukan efisiensi melalui inovasi. Untuk itu, Kino pun terus membenahi proses berinovasi, di antaranya dengan memperbaiki sumber daya manusia dan mengadopsi teknologi yang mampu menciptakan nilai tambah.

“Inovasi yang benar akan menghasilkan revenue dan omset yang signifikan. Kami terus perbaiki dengan membenahi SDM dan teknologi. Kami rekrut SDM dari para fresh graduate agar mendapat fresh idea untuk masuk ke departemen inovasi. Setelah 5-10 tahun atau setelah matang kami transfer ke departemen lain. Dengan cara ini pula, kami ingin lebih dikenal sebagai chamber of innovation,” katanya. (Reportase: Tiffany Diahnisa)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)